FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kiat Mencegah Nyeri Punggung Bawah

Nyeri punggung bawah (NPB) adalah nyeri yang dirasakan diantara sudut iga terbawah dan lipat bokong bawah. Nyeri dapat dirasakan lokal di punggung, namun dapat pula disertai dengan penjalaran nyeri kearah tungkai dan kaki. Nyeri ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Dosen Prodi Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Noviyanti Eka Wardani, dr., Sp.S. menyampaikan posisi tubuh yang salah saat beraktifitas berpotensi menimbulkan nyeri punggung.

Noviyanti Eka Wardani, dr., Sp.S.

Sekitar 60 – 85% orang dewasa mengalami NPB pada suatu saat dalam hidupnya. Sembilan puluh persen bersifat ringan, sementara, dan hilang dalam waktu kurang dari 6 minggu. Sementara NPB kronik dialami sekitar 23% orang dewasa di dunia, dan dapat berulang dalam setahun pada 24 – 80% penderitanya. Nyeri punggung bawah merupakan salah satu alasan tersering pasien berkunjung ke rumah sakit

Ilustrasi cara duduk dan mengangkat beban secara ergonimis.
Sumber: direct2u.co.uk

Penyebab  tersering NPB adalah mekanik terkait postur saat aktivitas sehari- hari. Nyeri seperti ini sering dialami oleh orang yang sering berdiri atau duduk tidak tegak, kurang beraktivitas fisik, hamil, dan overweight. Nyeri umumnya dirasakan sebagai nyeri tumpul, rasa kaku, dengan batas nyeri yang tidak tegas dan dirasakan memberat dengan gerakan tertentu dari ototnya.

Nyeri punggung bawah juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang mungkin memerlukan perhatian seperti :

  • Trauma: fraktur tulang belakang, cedera ligamen
  • Infeksi/inflamasi: spondilitis tuberkulosa, spondilitis ankilosa, spondiloartritis
  • Tumor: tumor primer medulla spinalis, keganasan sekunder
  • Degenaratif: herniasi diskus intervertebralis, sindroma facet
  • Nyeri organ abdomen : aneurisma aorta abdominalis, batu saluran kencing
  • Psikologis : depresi, fibromialgia

NPB terkait postur dapat dicegah dengan beberapa cara, diantaranya:

  1. Lakukan peregangan setiap hari karena otot-otot punggung yang kaku dapat memicu nyeri
  2. Lakukan latihan penguatan otot-otot core, yaitu otot-otot yang menopang panggul, tulang belakang, punggung, pantat, dan perut, supaya tidak mudah cedera.
  3. Duduk dengan posisi yang benar. Duduk dengan posisi membungkuk memberikan beban tambahan pada diskus intervertebralis. Kita juga harus sering berdiri dan berjalan bila harus duduk dalam jangka waktu yang lama.
  4. Pertahankan posisi tubuh yang ergonomis dalam beraktivitas.
  5. Berjalanlah disela waktu kerja untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang dan diskus.
  6. Hindari membungkuk, terutama saat mengangkat berat. Jadikan kedua tungkai tumpuan saat mengangkat beban.
  7. Menjaga berat badan, karena berat badan yang berlebihan memberikan tekanan yang lebih besar pada tulang belakang.
  8. Berhenti merokok. Merokok dapat merusak pembuluh darah pada diskus intervertebralis yang dapat memicu degenerasi diskus lebih cepat. Merokok juga menghambat absorbsi kalsium yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang, sehingga memicu terjadinya osteoporosis.

Nyeri punggung yang berkepanjangan tidak dapat diabaikan begitu saja. Konsumsi obat anti nyeri tanpa pengawasan dokter sangat tidak disarankan. Terutama untuk jangka waktu yang panjang. Penderita nyeri sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mencegah potensi penyakit yang lebih serius.

Penulis: Noviyanti Eka Wardani, dr., Sp.S.
Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *