KABAR FIKKIA – Nuansa kemenangan Idul Fitri masih terasa kental di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga. Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca-libur lebaran, Himpunan Mahasiswa Akuakultur Kabinet Aquanara sukses menyelenggarakan Halal Bihalal Keluarga Besar Akuakultur pada Sabtu (04/04/2026) bertempat di Kampus Mojo FIKKIA.
Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa Akuakultur dari berbagai angkatan. Kehangatan tampak menyelimuti setiap sudut ruangan saat para peserta saling bertegur sapa dan memaafkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang refleksi diri bagi mahasiswa untuk menata kembali niat dalam menempuh pendidikan di bidang perikanan dan kelautan.
Pembina HIMAKUA FIKKIA UNAIR, Suciyono, S.St.Pi., M.P., dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan sebuah program studi sangat bergantung pada keharmonisan hubungan antara dosen dan mahasiswa. Beliau berharap Kabinet Aquanara mampu menjadi jembatan yang kokoh bagi seluruh anggota himpunan.
“Acara hari ini adalah bukti bahwa kita bukan sekadar rekan belajar, melainkan satu keluarga besar. Saya berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti di sini, tapi terus dibawa dalam kerja-kerja organisasi dan kolaborasi riset di laboratorium maupun lapangan,” ungkap Suciyono.
Ilmu Tanpa Ridho Adalah Hampa
Hadir sebagai pengisi tausiyah, Ustaz Muhammad Yusron memberikan siraman rohani yang mendalam mengenai korelasi antara karakter spiritual dengan keberhasilan akademik. Beliau mengajak mahasiswa untuk tidak hanya mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi, tetapi juga memperhatikan keberkahan di balik prosesnya.
Ustaz Yusron mengingatkan bahwa menuntut ilmu adalah bentuk ibadah yang memerlukan kesiapan mental dan hati yang lapang.

“Adik-adik mahasiswa harus paham, ilmu itu cahaya. Cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang tertutup oleh kesombongan. Maka, tanamkan rasa syukur karena kalian terpilih untuk belajar di sini, jalani setiap praktikum dan tugas dengan ikhlas, dan yang terpenting, carilah ridho Allah dan ridho orang tua agar ilmu tersebut bermanfaat di masa depan.” Tegas Ustaz Yusron dalam tausiyahnya.
Beliau juga menambahkan bahwa rasa lelah dalam belajar seringkali menjadi penggugur dosa jika dihadapi dengan kesabaran.
“Jangan mengeluh saat menemui kesulitan dalam riset atau perkuliahan. Katakan pada diri sendiri bahwa ini adalah jalan mujahid ilmu. Jika kalian rida terhadap ketetapan Allah dalam belajar, maka ilmu itu akan menetap dan menjadi penolong kalian, bukan beban.” Imbuhnya menyemangati para mahasiswa.
Suasana khidmat kian terasa saat acara memasuki sesi doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustaz Yusron. Seluruh hadirin tampak menundukkan kepala, memohon kelancaran dalam studi, kesehatan, serta kesuksesan bagi Program Studi Akuakultur FIKKIA UNAIR agar terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri perikanan Indonesia.
Ilmu pengetahuan mungkin memberi kita keahlian, namun silaturahmi dan etika memberikan kita kemanusiaan. Dengan semangat Idul Fitri 1447 H, mari kita jadikan setiap langkah di kampus sebagai ibadah yang bernilai syukur dan ridho.
Acara ditutup dengan sesi bersalam-salaman antara dosen dan mahasiswa, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah menikmati hidangan khas lebaran.
Penulis: Farra Azzahrani
Editor: Avicena C. Nisa
