KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, Ferdy Niko (AKUA 22), melakukan penelitian kolaboratif bersama PT Sinar Laut Akuatik mengenai transplantasi terumbu karang. Penelitian tersebut mengkaji pengaruh berbagai jenis substrat terhadap laju pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup (survival rate), dan kepadatan zooxanthellae pada terumbu karang.

Penelitian berlangsung selama 90 hari secara in situ di perairan Ketapang. Melalui kolaborasi dengan industri, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi ilmiah yang mendukung pengembangan teknologi transplantasi terumbu karang sekaligus menjadi referensi bagi sektor budidaya dan konservasi.
Mengembangkan Inovasi Substrat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lambatnya pertumbuhan terumbu karang yang hanya berkisar 0,3–2 sentimeter per tahun. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi untuk meningkatkan efektivitas metode transplantasi, salah satunya melalui pengembangan substrat buatan.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan campuran pasir, pecahan karang, dan fly ash, Ferdy menambahkan dua material baru, yaitu cangkang kerang dan batu kapur. Penambahan kedua bahan tersebut menjadi kebaruan penelitian untuk mengetahui potensi pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup terumbu karang.
“Pertumbuhan terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama. Oleh karena itu, saya mencoba menggunakan jenis substrat berbeda untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan maupun kelangsungan hidup karang,” ujar Ferdy.
Kolaborasi Bersama Industri
Penelitian terlaksana melalui kerja sama antara Universitas Airlangga dan PT Sinar Laut Akuatik, perusahaan yang bergerak di bidang budidaya dan transplantasi terumbu karang. Selama penelitian, perusahaan memberikan dukungan berupa penyediaan alat dan bahan, pendampingan teknis, bantuan administrasi, serta akses terhadap data yang diperlukan.
Selama ini, perusahaan menggunakan substrat berbahan pasir dan semen. Melalui penelitian tersebut, Ferdy mengevaluasi efektivitas beberapa kombinasi material, yaitu pasir, pecahan karang, fly ash, cangkang kerang, dan batu kapur sebagai alternatif substrat transplantasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis substrat belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan maupun kepadatan zooxanthellae selama masa pengamatan. Namun, seluruh perlakuan menghasilkan survival rate mencapai 100 persen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa seluruh jenis substrat yang diuji mampu mempertahankan kelangsungan hidup fragmen terumbu karang selama penelitian berlangsung.
Dorong Penelitian Jangka Panjang
Ferdy menilai penelitian mengenai transplantasi terumbu karang masih perlu dikembangkan. Menurutnya, masa pengamatan selama tiga bulan belum cukup untuk menggambarkan pertumbuhan karang secara optimal mengingat organisme tersebut memiliki laju pertumbuhan yang lambat.
“Saya berharap penelitian selanjutnya dapat dilakukan selama enam hingga dua belas bulan agar hasilnya lebih komprehensif. Selain itu, perlu dilakukan uji karakteristik setiap material substrat untuk mengetahui kandungan yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan terumbu karang,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengembangan teknologi transplantasi terumbu karang. Hasil penelitian juga diharapkan menjadi salah satu referensi dalam mendukung upaya konservasi ekosistem laut dan pengembangan budidaya terumbu karang yang berkelanjutan.
Penulis: Sabita Helmi
Editor: Avicena C. Nisa
