FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Kedokteran FIKKIA Pelajari Bedah Jantung dan Teknologi LVAD di Belanda

KABAR FIKKIA – Michael Krisna Arron Wibowo dan Rava Akmal Taufino, mahasiswa Kedokteran FIKKIA Universitas Airlangga, memperoleh pengalaman belajar internasional melalui workshop “Surgical Anatomy of the Heart and Surgical Treatment of End-Stage Heart Failure: LVAD” yang diselenggarakan pada Rabu (04/06/2026) di University Medical Center Groningen (UMCG), Belanda.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian International Student Congress of (bio)Medical Sciences (ISCOMS) 2026 yang diikuti mahasiswa dan peneliti muda dari berbagai negara. Berbeda dengan sesi presentasi penelitian, workshop ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari anatomi bedah jantung serta teknologi terkini dalam penanganan gagal jantung stadium akhir secara langsung.

Mempelajari Anatomi Jantung dari Perspektif Bedah

Workshop dipandu oleh ahli bedah jantung dan pembuluh darah dari UMCG Dr. M.Kuijpers MD PhD dan Dr. W. Bouma MD PhD. Pada sesi awal, peserta mempelajari anatomi jantung yang menjadi dasar penting dalam tindakan pembedahan kardiovaskular.

Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, pemateri menggunakan jantung babi sebagai media pembelajaran. Organ tersebut dipilih karena memiliki kemiripan struktur dengan jantung manusia, baik dari segi ukuran, ketebalan dinding otot, ruang jantung, maupun sistem katupnya.

Pengamatan anatomi jantung. Sumber: Istimewa

Peserta tidak hanya mengamati anatomi secara visual, tetapi juga melakukan eksplorasi langsung melalui proses diseksi. Melalui kegiatan tersebut, mereka dapat mengenali berbagai struktur penting yang menjadi perhatian dalam tindakan operasi jantung.

Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara teori anatomi yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik klinis yang dilakukan oleh dokter bedah di lapangan.

Mengenal Teknologi LVAD untuk Pasien Gagal Jantung

Pada sesi berikutnya, peserta mempelajari penanganan gagal jantung stadium akhir, salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di berbagai negara.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Left Ventricular Assist Device (LVAD). Alat bantu pompa mekanik yang berfungsi membantu ventrikel kiri jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Teknologi ini banyak digunakan pada pasien gagal jantung berat yang membutuhkan dukungan sirkulasi jangka panjang.

Melalui demonstrasi, simulasi kasus klinis, dan diskusi interaktif, peserta mempelajari prinsip kerja alat, indikasi pemasangan, prosedur operasi, hingga tata laksana pasien setelah tindakan. Sesi ini memberikan gambaran mengenai kompleksitas pengambilan keputusan klinis dalam penanganan gagal jantung modern.

Workshop juga menunjukkan bahwa keberhasilan terapi gagal jantung tidak hanya bergantung pada keterampilan bedah, tetapi memerlukan kolaborasi multidisiplin serta dukungan perkembangan teknologi medis yang terus berkembang.

Bagi Arron dan Rava, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari teknologi kedokteran yang belum banyak dibahas dalam pendidikan kedokteran dasar. Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini juga membuka peluang jejaring internasional dengan mahasiswa dan tenaga kesehatan dari berbagai negara.

Melalui partisipasi dalam workshop internasional ini, mahasiswa FIKKIA memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai anatomi dan bedah jantung, sekaligus inovasi teknologi medis yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung di masa depan.

Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *