KABAR FIKKIA – 47 mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR memperdalam wawasan tentang peternakan babi melalui kegiatan Kunjungan Babi di PT Ria Farm, Jembrana, Bali, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang digagas Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) FIKKIA melalui bidang Swine Ruminant Care tersebut memberikan pengalaman belajar langsung mengenai manajemen ternak, kesehatan, biosecurity, hingga kewirausahaan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, Reka Azahra (KH 25). Ia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu kedokteran hewan secara langsung di peternakan.
“Harapannya, selama kegiatan berlangsung para mahasiswa bisa mengetahui secara langsung bagaimana peran dokter hewan di bidang peternakan babi serta mengetahui jenis pakan dan obat yang digunakan oleh PT Ria Farm,” ujar Reka.
Perdalam Manajemen dan Kesehatan Peternakan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tamu yang menghadirkan drh. Gunawan Nanang Dwi B.S. dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia membahas berbagai aspek dalam peternakan babi, mulai dari pengenalan ternak, breeding, fattening, biosecurity, kesehatan, manajemen kandang, pakan, penggunaan obat, hingga kewirausahaan.
Menurutnya, penerapan manajemen peternakan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas ternak. Biosecurity juga perlu diterapkan secara konsisten untuk mencegah masuk dan menyebarnya agen penyakit.

“Pemahaman mengenai manajemen dan biosecurity menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan serta produktivitas peternakan babi,” jelas drh. Gunawan.
Setelah kuliah tamu, mahasiswa mendapatkan pembekalan sebelum memasuki area peternakan. Peserta dibagi dalam kelompok beranggotakan sekitar 10 orang. Pembagian tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko stres pada ternak akibat aktivitas kunjungan.
Mengenal Penerapan Biosecurity Ketat
Mahasiswa kemudian mengikuti prosedur biosecurity sebelum memasuki kandang. Mereka menjalani penyemprotan disinfektan dan mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat, boots, masker, serta sarung tangan. Peserta juga membersihkan tangan dan boots menggunakan air disinfektan. Proses penyemprotan kembali dilakukan sebelum peserta memasuki area kandang.

Penerapan prosedur tersebut memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa mengenai pencegahan penyakit di lingkungan peternakan. PT Ria Farm juga menerapkan sistem biosecurity yang ketat untuk menjaga kesehatan ternak dan mempertahankan status peternakan yang bebas dari African Swine Fever (ASF).
Di dalam kandang, mahasiswa mengamati kondisi ternak dan penerapan manajemen pemeliharaan secara langsung. Peserta kemudian mengunjungi bagian pakan untuk mempelajari jenis serta pengelolaan pakan yang digunakan. Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai penggunaan obat dan berbagai unit usaha yang dikembangkan PT Ria Farm. Hal tersebut memberikan gambaran mengenai keterkaitan peternakan dengan sektor pakan, pengolahan, dan pemasaran.
Bertukar Pengalaman Bersama Peternak
Usai kunjungan farm, mahasiswa mengikuti sharing session bersama owner PT Ria Farm, Ni Putu Ria Puspita, S.P., di Balai Perbekel Desa Tuwed. Sesi tersebut menjadi ruang diskusi mengenai breeding, fattening, biosecurity, kesehatan ternak, pemasaran, hingga pengelolaan usaha. Kegiatan semakin interaktif dengan kehadiran kelompok ternak Desa Tuwed yang diundang oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan. Mahasiswa dan peternak dapat bertukar pengalaman mengenai tantangan serta pengelolaan usaha peternakan babi.

Melalui Kunjungan Babi, mahasiswa FIKKIA UNAIR memperoleh gambaran menyeluruh mengenai industri peternakan babi. Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memahami kesehatan hewan, manajemen peternakan, biosecurity, serta aspek bisnis.Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi calon dokter hewan. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan profesional dan berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan ternak, produktivitas peternakan, serta kesejahteraan masyarakat peternak.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
