FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Safari Kampus BEM UNAIR 2026 ke FIKKIA turut Soroti Keberlanjutan Pembangunan Kampus Mojo

KABAR FIKKIA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga menggelar Safari Kampus ke Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Banyuwangi. Kegiatan berlangsung di Aula Kampus Mojo, Sabtu (15/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa FIKKIA untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan berbagai persoalan akademik maupun kemahasiswaan. Jajaran BEM UNAIR, BEM FIKKIA, perwakilan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Komunitas Minat dan Bakat (Komikat) turut mengikuti kegiatan.

Soroti Asimetri Informasi Kampus

Sesi jaring aspirasi menjadi salah satu agenda utama Safari Kampus. Forum tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan FIKKIA Banyuwangi. Salah satu isu yang mendapat perhatian ialah asimetri informasi antara kampus pusat di Surabaya dan kampus FIKKIA Banyuwangi. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada keterlambatan mahasiswa menerima informasi administratif.

Ketua AUBMO FIKKIA, Salsa Dwi Yunarpi (KESMAS 24), menyampaikan bahwa distribusi informasi administratif masih mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan kepada BEM UNAIR.

BEM UNAIR menampung aspirasi tersebut untuk diteruskan kepada pihak terkait di tingkat universitas. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi informasi antara kampus Surabaya dan Banyuwangi.

Kawal Pembangunan Kampus Mojo

Selain menerima aspirasi, BEM UNAIR juga menyampaikan informasi strategis mengenai perkembangan pembangunan infrastruktur universitas. Presiden BEM UNAIR, M. Risqi Senja Virawan (FH 22), memaparkan transparansi kinerja pembiayaan universitas pada triwulan sebelumnya. Total pembiayaan yang dipaparkan mencapai Rp250 miliar.

Dari total tersebut, pembangunan Gedung Kampus FIKKIA di Mojo memperoleh alokasi dana sebesar Rp30 miliar. Informasi tersebut menjadi kabar penting bagi civitas akademika FIKKIA Banyuwangi. BEM UNAIR juga menitipkan pesan kepada jajaran fungsionaris FIKKIA untuk turut mengawal pembangunan tersebut. FIKKIA diharapkan dapat memberikan laporan singkat mengenai perkembangan fisik pembangunan gedung secara berkala. Mengingat keberadaan gedung baru sangat dinantikan untuk keberlangsungan pembelajaran dan tri dharma.

Perkuat Sinergi melalui FGD

Rangkaian Safari Kampus juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD). Diskusi dilakukan berdasarkan bidang kementerian untuk mempertemukan gagasan dan pengalaman antarorganisasi. Salah satu hasil diskusi datang dari Kementerian Sosial dan Politik (Sospol) BEM FIKKIA. Kementerian tersebut memperoleh inspirasi dari Kementerian Keadilan dan Kesetaraan Gender BEM UNAIR.

Inspirasi tersebut berkaitan dengan Program “Selaras” atau Sentra Layanan Advokasi Ruang Aman dan Setara. Program tersebut menjadi wadah terpusat untuk menampung aduan terkait kekerasan seksual di lingkungan kampus. Gagasan tersebut berpotensi diadaptasi di tingkat FIKKIA. Tujuannya untuk memperkuat sistem pendampingan dan menciptakan ruang kampus yang aman serta setara bagi mahasiswa.

FGD BEM FIKKIA bersama BEM UNAIR. Sumber: Istimewa

Melalui Safari Kampus 2026, BEM UNAIR dan organisasi mahasiswa FIKKIA memperkuat komunikasi antara kampus Surabaya dan Banyuwangi. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga membuka peluang pertukaran gagasan dan pengembangan program.

Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem kemahasiswaan UNAIR yang semakin terintegrasi. Kolaborasi antara BEM universitas, BEM FIKKIA, dan berbagai Ormawa juga diharapkan menghasilkan advokasi serta program yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Penulis: Satria Farrely Ardiansyah

Editor: Avicena. C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *