KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam Universitas Airlangga menjalin kolaborasi dengan Nusantics untuk menghadirkan inovasi yang mendukung para pembudidaya ikan. Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh pengalaman Nusantics sebagai perusahaan yang telah banyak berkontribusi dalam membantu pembudidaya mendeteksi mikroorganisme secara molekuler melalui analisis Next-Generation Sequencing (NGS). NGS merupakan teknologi yang mampu membaca urutan DNA atau RNA secara cepat dan dalam skala besar, sehingga menghasilkan data yang lebih komprehensif dan akurat.
Kerja sama direncanakan berlangsung 2026-2029. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) telah dilakukan oleh Prayogo S. Pi., M. P sebagai perwakilan dosen akuakultur dan Mohammad Fatchur Rahman sebagai perwakilan pimpinan Nusantics. Keterangan tersebut diberikan langsung oleh pengajar genetika ikan Dwi Retna Kumala Sari, S.Pi., M.P. pada Sabtu (05/04/2026) kepada tim FIKKIA NEWS, mahasiswa dan stakeholder di sesi halal – bihalal di Kampus Mojo.
Kesempatan Mahasiswa Ikut Andil dalam Penelitian
Selain menghasilkan inovasi pada bidang molekuler, kolaborasi antara FIKKIA UNAIR dan Nusantics juga membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan penelitian. Mahasiswa yang bergabung akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan riset, khususnya dalam bidang bioteknologi dan akuakultur, mulai dari pengambilan sampel, analisis laboratorium, hingga interpretasi data. Seluruh kegiatan ini akan dilaksanakan di bawah bimbingan dosen, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga pemahaman akademik yang lebih mendalam.
Retna menyebutkan kolaborasi diharapkan dapat menghasilkan produk inovatif yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi para pembudidaya, baik pada budidaya ikan air tawar maupun air laut. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan teknologi akuakultur yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Inovasi dan Kolaborasi Aktif yang Mendukung Sustainability Aquaculture
Inovasi dari kolaborasi ini berfokus pada pengembangan probiotik dan bakteri menguntungkan yang berpotensi meningkatkan kualitas air, menjaga kesehatan ikan, serta menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen pada sistem RAS (Recirculating Aquaculture System). Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat menghasilkan produk yang tidak hanya aplikatif di lapangan, tetapi juga memiliki nilai komersial. Melalui inovasi ini, sistem budidaya diharapkan menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Kolaborasi FIKKIA dan NUSANTICS menjadi langkah strategis dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang akuakultur. Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta solusi inovatif yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan, sehingga mendukung keberlanjutan sektor perikanan di masa depan.
Penulis: Sabitha Helmi
Editor: Avicena C. Nisa