FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Akuakultur FIKKIA UNAIR Dorong Diversifikasi Olahan Udang untuk Perkuat Pasar Lokal Banyuwangi

KABAR FIKKIA – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas udang terus dilakukan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Tim pengabdian kepada masyarakat Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menggelar pelatihan bertajuk “Pemberdayaan Anggota Koperasi Mibama Karangrejo dan Masyarakat Tambak melalui Produk Olahan Udang Segar di Banyuwangi.” Kegiatan ini diikuti anggota koperasi, pelaku usaha kuliner, pengelola hasil tambak udang, serta keluarga petambak yang berdomisili di sekitar Kota Banyuwangi. Sebanyak 25 peserta antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (07/06/2026) di East Village Shabu Shabu & Grill.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah udang menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas konsumsi udang di pasar domestik dan mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor.

Peserta pengabdian masyarakat sebelum memulai praktik. Sumber: Istimewa

Perwakilan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Banyuwangi, Sholeh, mengapresiasi kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat pesisir. Menurutnya, pelatihan ini menghadirkan materi yang berbeda dari kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

“Terima kasih karena telah mempercayakan dan memberdayakan wilayah kemaritiman Banyuwangi bersama berbagai pihak. Pelatihan ini memiliki pendekatan yang berbeda dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kenalkan Olahan Udang kepada Masyarakat

Ketua tim pengmas, Arif Habib Fasya, S.Pi., M.P., menjelaskan bahwa sektor budidaya udang Banyuwangi sempat menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Isu perdagangan global dan fluktuasi pasar menyebabkan harga udang mengalami tekanan.

Akibatnya, banyak hasil tambak yang harus diserap oleh pasar dalam negeri. Namun, konsumsi produk olahan udang di masyarakat masih relatif terbatas.

“Kami ingin mengenalkan berbagai olahan udang yang mudah dibuat dan diterima masyarakat. Harapannya, pasar domestik dapat menyerap lebih banyak produk udang sehingga tidak bergantung pada pasar luar negeri,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Pengurus Koperasi Mibama Karangrejo, Toyib, berharap pelatihan mampu melahirkan inovasi produk rumah tangga berbahan dasar udang.

Menurutnya, diversifikasi produk tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas udang, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak.

Belajar Langsung dari Chef Profesional

Sesi praktik memasak menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian peserta. Chef Irwan Murdiyanto memandu peserta mengolah udang segar menjadi berbagai menu modern yang berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.

Peserta dibagi ke dalam lima kelompok dan mendapatkan perlengkapan memasak, mulai dari pisau, talenan, hingga bahan baku udang segar. Sebelum memulai praktik, Chef Irwan memperagakan teknik memegang pisau yang aman dan efektif.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan pembuatan beberapa menu, yaitu shrimp ring cheese, ebi furai, spring roll atau lumpia udang, serta tempura udang.

Chef menunjukkan cara memegang dan memposisikan pisau yang aman dan efektif. Sumber: Istimewa

Dalam sesi tersebut, Chef Irwan menekankan bahwa daging udang memiliki cita rasa gurih alami sehingga tidak memerlukan tambahan bumbu secara berlebihan.

“Gunakan bumbu secukupnya agar rasa asli udang tetap terasa. Tepung juga digunakan seperlunya untuk menjaga tekstur dan bentuk produk,” jelasnya.

Ia juga membagikan teknik dasar pembuatan tempura dan ebi furai, termasuk komposisi adonan serta tahapan pelapisan tepung yang tepat.

Munculkan Ide Usaha Baru

Pelatihan ini mendapat respons positif dari peserta. Aini, warga Karangrejo yang tergabung dalam Kelompok 5, mengaku memperoleh banyak inspirasi baru untuk mengembangkan usahanya.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya mendapatkan ide baru untuk menu olahan udang. Narasumbernya juga sangat baik dan mudah dipahami. Semoga ke depan ada pelatihan lanjutan,” tuturnya.

Kelompok 5 menunjukkan 3 menu udang yang sudah dibuat sebelumnya. Sumber: Istimewa

Melalui kegiatan ini, FIKKIA UNAIR berharap masyarakat pesisir Banyuwangi semakin mampu mengembangkan produk olahan udang yang inovatif, bernilai jual tinggi, dan mudah diterima pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat konsumsi produk perikanan di dalam negeri.

Penulis: Avicena C. Nisa

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *