KABAR FIKKIA – BEM FIKKIA Universitas Airlangga melalui Kementerian Pengabdian Masyarakat menggelar FIKKIA Mengajar 2026 di Banyuwangi. Program ini menjadi kolaborasi BEM FIKKIA bersama Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI) tersebut berlangsung di SLB ABCD PGRI Kalipuro pada Sabtu (26/09/2026). Sebanyak 20 siswa jenjang SD hingga SMA mengikuti edukasi kesehatan yang dikemas melalui pembelajaran interaktif dan permainan.
YALI merupakan lembaga yang bergerak dalam advokasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Lembaga tersebut juga menjembatani kerja sama antara penyandang disabilitas dengan berbagai pihak.
Edukasi tentang Perlindungan Diri
Peserta mengikuti materi safeguarding yang disampaikan Ali, anggota YALI. Materi tersebut membahas pentingnya menjaga keamanan, kenyamanan, serta menghormati tubuh sendiri dan orang lain. Kegiatan dilanjutkan dengan senam menggunakan lagu Body Talk dan pre-test. Peserta kemudian mengikuti deklarasi kerja sama antara YALI, SLB ABCD PGRI Kalipuro, dan FIKKIA UNAIR. Peserta juga mengikuti aktivitas sensorik dengan membubuhkan cap jari menggunakan cat air pada sebuah banner.

Mengenal Pubertas melalui Permainan
Mahasiswa Hizqia Ayu dan Andhika Juliandra (KU 25), kemudian menyampaikan materi mengenai pubertas. Materi mencakup anatomi dasar dan perubahan fisik selama pubertas. Peserta mengenal menstruasi, mimpi basah, perubahan suara, perkembangan payudara, serta perubahan emosional.

Mereka juga belajar mengenali area privasi tubuh dan berani mengatakan “tidak” terhadap tindakan yang membuat tidak nyaman. Materi turut memperkenalkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Setelah post-test, peserta mengikuti permainan pada empat pos edukasi. Materi permainan mencakup area reproduksi, perilaku benar dan salah, enam langkah mencuci tangan, serta keberanian berkata “tidak”. Suasana kegiatan semakin meriah melalui penampilan Arka, Novia, Keke, dan Nizam. Rangkaian di SLB kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dan bingkisan alat tulis.
Dalam sesi refleksi, Ayu dari SLB ABCD PGRI Kalipuro menyampaikan pentingnya pendekatan pembelajaran yang sesuai karakter setiap anak. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dengan materi yang mendukung kesiapan peserta menghadapi masa depan.
“Harapannya apabila kakak-kakak ke depannya ke sini lagi, bisa membawakan materi tentang jenjang karier,” tuturnya.
Menurutnya, SLB juga telah memberikan edukasi mengenai seksualitas kepada peserta didik setiap Sabtu.
Berbagi di Panti Asuhan Mutiara Insan
Rangkaian FIKKIA Mengajar 2026 kemudian berlanjut di Panti Asuhan Mutiara Insan. Sebanyak 20 peserta mengikuti edukasi mengenai area privasi dan permainan edukatif. Mahasiswa FIKKIA juga menyerahkan donasi kepada pihak panti sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat.
Setelah kegiatan resmi berakhir, mahasiswa melanjutkan interaksi bersama anak-anak panti melalui aktivitas bermain. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa FIKKIA menghadirkan edukasi kesehatan yang inklusif. Melalui FIKKIA Mengajar 2026, mahasiswa turut mengembangkan pengalaman pengabdian sekaligus membangun interaksi dengan masyarakat. Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya penyampaian edukasi kesehatan melalui pendekatan yang adaptif dan menyenangkan.
Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra
Editor: Avicena C. Nisa