Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Mahasiswa Kesmas FIKKIA UNAIR Raih Gold Medal dan Juara 3 NEXUS 2026

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga meraih prestasi dalam kompetisi esai tingkat nasional. Tim tersebut terdiri atas...

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga meraih prestasi dalam kompetisi esai tingkat nasional. Tim tersebut terdiri atas Farha Ramadhani (KESMAS 25), Adinda Rizki Novia Tamara (KESMAS 24), dan Destrywan Marito Parapat (KESMAS 24). Mereka meraih Gold Medal pada subtema Kesehatan sekaligus Juara 3 kategori esai. Penghargaan tersebut diperoleh dalam National Essay Competition NEXUS (National Essay and Xpression Union for Scholars).

Kompetisi ini diselenggarakan oleh BEM FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Rangkaian kompetisi berlangsung pada 23–24 Oktober 2026. Tim mengikuti presentasi semifinal dan final secara luring di UAD pada Sabtu (24/10/2026).

Tim yang diketuai Farha mengusung esai berjudul “HEM-CHECK: Digital Screening Anemia Non-Invasif Berbasis Optical Colorimetry Analysis dan Photoplethysmography Smartphone guna Akselerasi Pencegahan Stunting Hulu di Indonesia.”

Gagasan tersebut menawarkan pendekatan skrining anemia non-invasif berbasis smartphone. Inovasi ini bertujuan mendukung deteksi dini anemia sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Farha menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari perhatian tim terhadap risiko anemia. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko stunting. Karena itu, pencegahan perlu mendapat perhatian sejak masa remaja hingga kehamilan.

“Kami melihat adanya hidden chain. Anemia pada remaja putri atau ibu hamil dapat menjadi bagian dari rantai risiko stunting. Di sisi lain, skrining anemia masih banyak bergantung pada alat fisik dan fasilitas kesehatan. Karena itu, kami mengusulkan HEM-CHECK sebagai alternatif skrining non-invasif. Inovasi ini memanfaatkan analisis citra konjungtiva dan photoplethysmography (PPG),” ungkap Farha.

Mengembangkan Skrining Anemia Berbasis Smartphone

HEM-CHECK menggabungkan analisis warna konjungtiva melalui pendekatan optical colorimetry dan teknologi PPG. Keduanya dirancang untuk bekerja melalui perangkat smartphone. Pendekatan ini bertujuan memperkirakan indikasi anemia tanpa pengambilan sampel darah.

Tim berharap gagasan tersebut dapat mempermudah akses skrining bagi masyarakat. Sasaran utamanya adalah remaja putri dan ibu hamil. Namun, penerapannya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Pengujian diperlukan untuk memastikan validitas, akurasi, dan kelayakan klinis teknologi tersebut. Selama persiapan kompetisi, tim menghadapi tantangan dalam menyederhanakan konsep teknis optical colorimetry dan PPG. Mereka perlu menyampaikan gagasan agar mudah dipahami juri dari berbagai latar belakang.

Pembagian waktu juga menjadi tantangan tersendiri. Tim harus menyeimbangkan persiapan lomba, perkuliahan, dan kegiatan organisasi. Melalui koordinasi dan pembagian tugas, mereka menyelaraskan substansi esai dengan alur presentasi. Capaian ini menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi mahasiswa. Mereka diharapkan terus mengembangkan gagasan inovatif untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Penulis: Muhammad Hisyam

Editor: Avicena C. Nisa

Tags:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya