Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

FIKKIA UNAIR Bahas Renstra Bersama Stakeholder untuk Kembangkan One Health Living Laboratory

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Banyuwangi,...

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Banyuwangi, Jumat (16/10/2026). Kegiatan berlangsung di Aston Hotel and Conference Center sebagai bagian dari hari pertama International Conference of One Health Synergy (ICOHS) 2026.

FGD ini bertujuan menghimpun masukan pemangku kepentingan untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) FIKKIA. Penyusunan tersebut mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah Banyuwangi. Forum ini melibatkan perwakilan pemerintah daerah, institusi pelayanan kesehatan, lembaga konservasi, sektor perikanan, pengusaha, NGO, akademisi, dan mitra strategis FIKKIA. Dekan FIKKIA, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS (K), memaparkan draft renstra.

Renstra menjadi instrumen untuk menentukan arah pengembangan fakultas. Penyusunannya mempertimbangkan mandat akademik, potensi daerah, dan tantangan pembangunan Banyuwangi. Renstra FIKKIA juga mengacu pada arah strategis Universitas Airlangga periode 2026–2031. Arah tersebut mengusung visi Beyond Excellent and World Class Entrepreneurial University. Fokus pengembangan meliputi pendidikan, penelitian, inovasi, tata kelola, dan kemitraan strategis.

Kembangkan One Health Living Laboratory

Salah satu gagasan utama dalam diskusi adalah pengembangan Banyuwangi sebagai One Health Living Laboratory. Konsep ini menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor. Pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, potensi daerah dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus mendukung penyelesaian persoalan masyarakat.

Bupati Banyuwangi periode 2010–2021, Abdullah Azwar Anas, turut menyoroti peran Universitas Airlangga dalam pembangunan daerah. Ia mendorong agar kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah menghasilkan program nyata serta berkelanjutan. FIKKIA dapat berkontribusi melalui pengabdian masyarakat dan penelitian untuk mendukung perbaikan kebijakan kesehatan. Penguatan pendidikan klinik dan pelayanan kesehatan juga menjadi bagian dari kontribusi tersebut.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Dari sektor kesehatan, diskusi menyoroti pentingnya kolaborasi FIKKIA, pemerintah daerah, rumah sakit, dan puskesmas. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung pemenuhan tenaga medis, pendidikan dokter, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Sektor lingkungan, perikanan, industri, dan pariwisata turut menyampaikan sejumlah masukan. Potensi konservasi Ijen dan mangrove Teluk Pang-Pang dinilai dapat mendukung pembelajaran lintas disiplin.

Desa Tegal Delimo contohnya. Program Desa Binaan yang digawangi gabungan organisasi mahasiswa FIKKIA berhasil meraih juara 1 tingkat nasional di kompetisi binaan KEMENDIKNAS. Ada juga kontribusi dalam perbaikan kebijakan kesehatan dan pelayanan kesehatan veteriner di desa desa melalui program pengabdian masyarakat.

FGD bersama pemkab banyuwangi, mitra strategis, pengusaha, dam akademisi. Sumber: Istimewa

Diskusi juga membahas penguatan edukasi masyarakat dan pengembangan teknologi budidaya perikanan lokal. Selain itu, kolaborasi lintas sektor diharapkan mendukung pariwisata berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. FIKKIA turut memaparkan sejumlah kolaborasi yang telah berjalan. Program tersebut mencakup kerja sama dengan puskesmas, desa binaan, serta pengembangan kesehatan dan pendidikan kedokteran hewan.

Keberlanjutan program menjadi perhatian agar kemitraan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Masukan dari berbagai sektor selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan Renstra FIKKIA.

Melalui FGD ini, FIKKIA berupaya memperkuat kemitraan strategis dan menyelaraskan arah pengembangan fakultas dengan kebutuhan daerah. Kegiatan ini juga mendukung tema ICOHS 2026, “Breaking Silos: Integrating Human, Animal, and Environmental Health for Global Pandemic Resilience and Food Security.”

Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi terpadu dalam menghadapi tantangan kesehatan. Pendekatan ini juga mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Hisyam

Editor: Avicena C. Nisa

Tags:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya