Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Pembukaan ICOHS 2026 Perkuat Kolaborasi One Health untuk Kesehatan Global

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan International Conference of One Health...

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan International Conference of One Health Synergy (ICOHS) 2026 pada 15–17 Oktober 2026. Konferensi bertema “Breaking Silos: Integrating Human, Animal, and Environmental Health for Global Pandemic Resilience and Food Security” ini mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, dan pemangku kebijakan untuk membahas tantangan kesehatan global melalui pendekatan One Health.

Pendekatan tersebut menekankan keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Isu yang dibahas mencakup penyakit infeksi yang baru muncul, resistensi antimikroba, degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan ketahanan pangan.

Dalam laporan kegiatan, Wakil Dekan III FIKKIA UNAIR, Susy Katikana Sebayang, S.P., M.Sc., Ph.D., menyoroti pentingnya pendekatan terpadu untuk menghadapi tantangan tersebut. ICOHS 2026 menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus penguatan jejaring kerja sama lintas disiplin.

Libatkan Presenter dari Berbagai Negara

Komite Ilmiah ICOHS 2026 menerima dan menelaah 39 abstrak. Sebanyak 27 presenter mengikuti konferensi secara luring, sedangkan 12 lainnya berpartisipasi secara daring. Para presenter mewakili 15 afiliasi institusi nasional dan internasional.

Peserta internasional berasal dari Malaysia, Pakistan, Aljazair, Afghanistan, Sudan, Tanzania, dan Bangladesh. Dari Indonesia, peserta datang dari berbagai wilayah, meliputi Banda Aceh, Padang, Serang, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Jember, Banyuwangi, dan Denpasar.

Konferensi ini juga menghadirkan pembicara dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Inggris, dan Australia. Diskusi ilmiah yang berlangsung memperkaya perspektif mengenai penerapan One Health dalam menghadapi persoalan kesehatan dan lingkungan. Pada penyelenggaraan mendatang, keterlibatan wilayah Indonesia bagian timur, pemerintah daerah, dan sektor industri diharapkan semakin meningkat.

Pengabdian Masyarakat Terapkan Pendekatan One Health

Selain konferensi, ICOHS 2026 menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tamansari, Banyuwangi. Empat program studi FIKKIA UNAIR terlibat, yaitu Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan, dan Akuakultur.

Kegiatan mencakup edukasi kesehatan dan keselamatan kerja, pelatihan bantuan hidup dasar (Basic Life Support), resusitasi jantung paru (CPR), serta teknik pemasangan bidai dan pembalutan luka.

Sebanyak 70 siswa sekolah dasar mengikuti edukasi menyikat gigi dan mencuci tangan dengan benar. Tim Kedokteran Hewan memeriksa 70 ekor ternak, sedangkan tim Akuakultur menebarkan sekitar 4.000 ekor ikan lokal untuk mendukung pelestarian perairan tawar.

Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Susy berharap konferensi ini menghasilkan kerja sama yang berlanjut setelah kegiatan berakhir.

“Kami berharap ICOHS 2026 tidak hanya menjadi forum pertemuan ilmiah, tetapi juga menjadi titik awal bagi terjalinnya kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyusunan kebijakan berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.

Melalui konferensi dan pengabdian masyarakat, FIKKIA UNAIR mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi tantangan kesehatan global serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Penulis: Riyanda Helmaliya Putri

Editor: Avicena C. Nisa

Tags:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya