FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

ASTERCLASS 2026 Kenalkan Peran Dokter Hewan dalam Rehabilitasi dan Konservasi Penyu

KABAR FIKKIA – IMVET Wildlife Animal Care (WLAC) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menyelenggarakan Airlangga Sea Turtle Conservation Class (ASTERCLASS) 2026 bertema From Rescue to Release: Veterinary Care in Sea Turtle Rehabilitation. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (20-21/06//2026) ini membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai peran dokter hewan dalam konservasi penyu, mulai dari proses penyelamatan hingga pelepasliaran ke habitat alaminya.

Kegiatan yang diketuai Fajri Zhafran Mubarok (KH 25) tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti lebih dari 80 mahasiswa Kedokteran Hewan lintas angkatan. Selain seminar, peserta juga mengikuti observasi lapangan di Pantai Ngagelan, Taman Nasional Alas Purwo, sebagai bagian dari pembelajaran konservasi satwa liar keesokan harinya.

Peran Dokter Hewan dalam Konservasi Penyu

Seminar menghadirkan drh. Deny Rahmadani, M.Si., yang membahas konservasi penyu dari perspektif kedokteran hewan dan kesehatan satwa liar. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun, populasinya terus menghadapi berbagai ancaman, seperti perburuan ilegal, kerusakan habitat, pencemaran laut, serta interaksi dengan aktivitas perikanan dan pariwisata.

Pembekalan konservasi oleh drh. Deny. Sumber: Istimewa

Selain mengenalkan berbagai jenis penyu di Indonesia, drh. Deny menjelaskan karakteristik habitat peneluran, pola migrasi, serta berbagai gangguan kesehatan yang sering ditemukan pada penyu liar. Kasus yang umum dijumpai meliputi luka akibat alat tangkap, gangguan pencernaan karena sampah plastik, infeksi, hingga cedera akibat tabrakan dengan kapal.

Ia juga menekankan bahwa dokter hewan memiliki peran penting dalam setiap tahapan konservasi. Tugas tersebut meliputi evakuasi satwa, pemeriksaan kesehatan, penanganan medis, rehabilitasi, pemantauan kondisi, hingga penentuan kelayakan penyu sebelum dilepasliarkan kembali ke alam.

Belajar Konservasi melalui Pengalaman Lapangan

Mengusung konsep From Rescue to Release, ASTERCLASS tidak hanya menghadirkan pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman lapangan. Pada malam hari, peserta melakukan observasi penyu di Pantai Ngagelan bersama petugas konservasi. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati aktivitas penyu di habitat alaminya sekaligus mempelajari prosedur pemantauan yang dilakukan di kawasan konservasi.

Rangkaian kegiatan berlanjut keesokan harinya dengan pelepasan tukik ke laut. Momen tersebut menjadi pengalaman langsung bagi peserta untuk memahami salah satu tahapan penting dalam upaya pelestarian populasi penyu.

Pelepasan tukik pagi hari. Sumber: Istimewa

Salah satu peserta mengaku memperoleh pengalaman yang berkesan selama mengikuti ASTERCLASS 2026.

“Kegiatan ini sangat edukatif karena kami tidak hanya memperoleh materi dari narasumber, tetapi juga melihat langsung proses konservasi penyu di habitat alaminya. Observasi dan pelepasan tukik menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.

Melalui ASTERCLASS 2026, IMVET WLAC FIKKIA Universitas Airlangga menghadirkan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa kedokteran hewan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap konservasi satwa liar dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *