KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi menyelenggarakan Employer Meeting FIKKIA 2026 bertajuk “Penguatan Sinergi Link and Match Alumni dengan Dunia Industri.” Acara tersebut menjadi langkah FIKKIA UNAIR untuk terus adaptif dengan keterampilan lulusan yang sejalan dengan perkembangan kebutuhan industri. Kegiatan berlangsung pada Jumat (10/04/2026) malam di Kokoon Hotel bersama Pusat Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA) UNAIR.
Langkah Sinergis FIKKIA – PPKA UNAIR
Dekan FIKKIA UNAIR, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS.(K). menyebut kegiatan yang diadakan di Kookon Hotel Banyuwangi itu mengundang pemberi kerja dan alumni FIKKIA UNAIR. Keduanya saling memberikan masukkan apa yang dibutuhkan dan harapan kedepan untuk adaptif untuk menghasilkan lulusan. Hal tersebut sejalan dengan tujuan konkret Universitas Airlangga dalam memberi manfaat luas.
Sekretaris Pusat Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA) UNAIR, Lastiko Endi Rahmantyo, M.Hum mengatakan PPKA UNAIR sampai saat ini telah menghimpun 180.000 jejaring alumni dengan 200 pengurus IKA UNAIR untuk menjamin keberdampakan alumni. PKKA terus mendorong berbagai dampak lokal hingga internasional agar dapat lebih terlihat khlayak luas.
Terima Berbagai Masukan Stakeholder Penerima Kerja
Perwakilan PT. Suri Tani Pemuka, Fikron Ishaqi menyebut mahasiswa yang magang maupun PKL di PT. STP dapat diandalkan untuk mendapatkan pengarahan dan mengerjakan aturan yang berlaku di industri.
“Mungkin beberapa anak yang susah diatur. Tapi itu saya rasa masalah personal,” ungkapnya.
Kemampuan alumni dari Universitas Airlangga tidak diragukan kualitasnya. Hal tersebut terbukti dari beberapa nama seperti Aji dan Nadia. Kedua orang itu memiliki kompetensi yang bagus mulai dari hard skill maupun soft skill. Saran untuk pihak kampus terhadap mahasiswa adalah untuk mempersiapkan alumni memasuki dinamika pekerjaan. Beberapa fresh graduate terkendala. Kurangi masalah antar personal baik antar staf maupun atasan bawahan.
“Jadi mereka berdua bisa diandalkan dan saya rasa untuk kedepannya mereka memiliki jenjang karir yang bagus. Berarti untuk kualitasnya itu sudah sangat baik,” tuturnya.
Industri Butuhkan Keilmuan Baru
Perwakilan PELINDO Multiterminal Branch Tanjungwangi, Maretha menjelaskan mahasiswa FIKKIA UNAIR menjadi salah satu yang potensial dengan keterampilan keilmuan. Mereka sebenarnya sudah dibekali dengan keilmuan yang linier. Namun, memang banyak informasi yang apalagi di dunia kepelabuhanan yang tidak semua orang paham.
“Sehingga mereka memang butuh waktu untuk mempelajari tentang proses bisnisnya,” jelasnya.
Program magang menjadi salah satu cara untuk dilirik sebuah tempat kerja. Perusahaan akan melihat keterampilan dan kinerja. Seperti salah satu alumni dari FIKKIA yang memiliki public speaking yang cukup bagus. Dengan komunikasi yang bagus ketika terjun di aspek K3 akan membuat pekerja dibawah supervisinya lebih memahami aturan.
“Kita dituntut untuk bisa berkomunikasi, memberikan edukasi, memberikan awareness kepada pengguna jasa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kini industri juga membutuhkan informasi berbasis keilmuan. Artinya memang perlu dikonversikan antara teori dengan kecerdasan buatan.
“Bukan berarti kita tergerus dengan teknologi. Tapi bagaimana langkah kita memanfaatkan teknologi itu,” tutupnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa