KABAR FIKKIA – Sebanyak 24 mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan kini telah resmi menyandang gelar dokter hewan. Prosesi tersebut berlangsung melalui Pelantikan Dokter Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi Periode 2. Kegiatan tersebut berlangsung Senin (28/09/2026) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Berbagai pesan disampaikan dari berbagai pihak internal Universitas Airlangga membekali pesan bagi setiap lulusan.
Awali Langkah Pengabdian
Ketua Pelaksana Pelantikan Dokter Hewan FIKKIA Periode 2, Nina Amalia, drh., M.Si. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar para lulusan menjadikan profesi sebagai amanah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Mereka telah mengikuti UKMPPDH pada 10 hingga 11 Mei dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Para lulusan berasal dari berbagai provinsi di Pulau Jawa dan Kalimantan dengan rencana kiprah yang beragam, mulai dari praktik dokter hewan hewan kecil, bidang poultry dan agribisnis, hingga melanjutkan pendidikan magister. Dosen patologi veteriner itu turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada orang tua maupun pihak yang telah mendukung pendidikan.
“Penghargaan dan terima kasih kepada orang tua dan berbagai mitra yang turut membantu kesuksesan hingga seluruh tahap ini,” ucapnya.
Jaga Nama Baik Almamater Lewat Integritas
Perwakilan IKA UNAIR, Prof. Dr. Epy Muhammad Luqman, drh., M.Si. M.Si. menyambut para lulusan sebagai bagian dari keluarga besar IKA UNAIR. Ia mendorong dokter hewan baru turut memperkuat peran garda terdepan mendukung kemaslahatan masyarakat, termasuk melalui ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia.Semakin banyaknya dokter hewan yang terjun ke berbagai bidang profesi veteriner menjadi bagian penting mengisi ruang pengabdian di tengah masyarakat.
IKA UNAIR juga memiliki peran mendukung pengembangan kualitas lulusan yang turut berkontribusi terhadap reputasi dan pemeringkatan universitas di tingkat dunia. Kini almamater menantikan kiprah lulusan memberikan kontribusi yang membanggakan melalui profesi yang mereka jalankan.
“Jagalah nama baik almamater dengan menjaga integritas. Seberapa Anda dipercaya sebagai lulusan UNAIR harus direalisasikan agar memberikan dampak bagi kemaslahatan umat,” ujar Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR itu.
Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat
Sekretaris Direktorat Pendidikan, Prof. Dr. I Made Narsa, SE., M.Si., Ak., CA. menekankan proses perjalanan panjang pendidikan profesi yang telah dilalui dengan ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar. Menurutnya, pelantikan bukanlah akhir dari proses pendidikan. Tapi awal dari ruang pembelajaran yang lebih luas ketika lulusan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat. Beliau Ia juga mengingatkan kemampuan memahami persoalan secara luas dan bekerja lintas sektor disiplin diperlukan dalam setiap keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
“Jadilah pembelajar sepanjang hayat karena persoalan di masa depan mungkin jauh berbeda dari yang dikenal saat ini. Nilai integritas, etika, dan kepedulian tidak boleh hilang dari jiwa ksatria airlangga yang harus menempatkan nilai excellent with morality bagi lulusannya,” jelasnya.
Kolaborasi Bekal Dunia Profesi
Dekan FIKKIA UNAIR, Dr. dr. Rahadian Indarto Susilo, Sp.BS (K) menyebut pelantikan itu menjadi kali kedua FIKKIA UNAIR meluluskan dokter hewan yang secara murni menjalani pendidikan sejak jenjang sarjana hingga profesi di Banyuwangi. Tentu, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Airlangga dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Rahadian berpesan agar para lulusan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia profesi dengan kerja keras, integritas, niat yang baik, dan semangat untuk terus berkembang.
“Hidup di luar keras. Rumus pertama adalah kerja keras, rumus kedua adalah integritas, niatan baik untuk berkembang dan selalu ada kesempatan untuk bangkit. Ketiga adalah kolaborasi. Anda tidak sendiri, ada alumni, dosen, dan mitra yang siap membantu,” ungkapnya.
FIKKIA kedepan juga akan mengembangkan program konservasi hewan. Salah satunya akan diwujudkan melalui teaching farm berbasis konservasi merak hijau di daerah Kertosari. Program tersebut akan diinisiasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur yang akan menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa dan pengembangan eduwisata. Rencananya proses itu akan dilakukan setelah gedung FIKKIA Kampus Mojo tuntas.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa