Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

EnglishIndonesian

FIKKIA Gandeng Peneliti Polandia Lakukan Riset Genetik Perikanan

KABAR FIKKIA – Memahami keragaman genetik perikanan di Indonesia sangat penting untuk pengelolaan dan konservasi sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Keragaman genetik memungkinkan populasi ikan beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Ekosistem laut Indonesia yang luas dan beragam menampilkan pengetahuan genetik untuk membantu mengidentifikasi stok ikan yang unik. Sekaligus merancang strategi penangkapan yang tepat, dan melindungi spesies yang terancam punah.

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi turut berkontribusi terhadap riset genetik perikanan. Melalui Program Studi Akuakultur FIKKIA terus melakukan berbagai penelitian. Salah satunya adalah mengidentifikasi keberagaman genetik ikan kerapu (Epinephelus spp.) dan kurisi (Nemipterus spp.) dari perairan Selat Bali, Alas Purwo, dan Jawa Tengah. Kegiatan penelitian tersebut menggandeng Prof. Dorota Fopp-Bayat dari University of Warmia and Mazury in Olsztyn Poland sebagai bentuk kolaborasi riset internasional. Disisi lain, bagi Prof. Dorota menyebut bahwa ikan kerapu masih dapat ditemui di Eropa. Namun tidak dengan perairan Laut Baltik yang merupakan perairan laut terdekat negaranya.

Tim riset dosen Prodi Akuakultur. Sumber: Penulis

Kegiatan koleksi 40 sampel ikan kerapu dan 40 sampel ikan kurisi bertempat di Laboratorium Terpadu 3 Kampus Giri FIKKIA UNAIR Banyuwangi pada Minggu (7/7/2024). Tim riset terdiri dari 4 dosen Akuakultur FIKKIA, 3 mahasiswa, laboran, dan Prof. Dorota. Pertama, mereka melakukan identifikasi sampel mulai dari pengukuran, dokumentasi, dan penimbangan. Kedua, pemotongan sirip dari tiap sampel untuk penyimpanan dalam bentuk preparat kering dan preparat basah. Proses pemeriksaan sampel akan dilakukan di Polandia.

Pengambilan koleksi sampel ikan kerapu dan ikan kurisi. Sumber: Penulis

Kedua jenis ikan ini memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan ekonomi perikanan Indonesia. Disisi lain mereka menghadapi ancaman penangkapan berlebihan di beberapa wilayah. Ikan kurisi menjadi ikan pasaran lokal yang tersedia di pasaran. Ikan kurisi hidup dalam perairan pantai dengan kedalaman 100 meter. Juga  sering ditemukan di dasar laut berpasir atau berlumpur. Harganya juga tergolong murah sehingga menjadi pilihan protein hewani laut yang ekonomis. Sedangkan ikan kerapu mengalami penurunan populasi akibat permintaan tinggi di pasaran lokal maupun ekspor. Ikan kerapu juga menjadi produk hasil laut premium dengan harga jual relatif mahal. Sehingga penting untuk memperhatikan keberlanjutan penangkapan dan budidayanya untuk menjaga ketersediaan jangka panjang.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

What’s your Reaction?
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *