FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

FIKKIA UNAIR Buka Call for Abstracts Konferensi ICOHS 2026

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga resmi membuka Call for Abstracts International Conference of One Health Synergy (ICOHS) 2026. Konferensi internasional pertama yang diselenggarakan FIKKIA ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-12. Kegiatan akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur.

ICOHS 2026 mengusung tema “Breaking Silos: Integrating Human, Animal, and Environmental Health for Global Pandemic Resilience and Food Security.” Konferensi ini mengundang akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta profesional dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi ilmiah melalui pendekatan One Health.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan saling berkaitan. Karena itu, berbagai tantangan global, seperti penyakit zoonosis, resistensi antimikroba, ketahanan pangan, perubahan lingkungan, hingga kesiapsiagaan menghadapi pandemi, membutuhkan solusi yang dibangun secara kolaboratif.

Sebagai fakultas multidisiplin, FIKKIA Universitas Airlangga terus memperkuat perannya dalam menghasilkan inovasi berbasis riset. Melalui ICOHS 2026, FIKKIA berharap dapat memperluas jejaring akademik internasional sekaligus mempertemukan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan bagi masyarakat.

Bahas Enam Isu Strategis One Health

ICOHS 2026 menghadirkan enam subtema yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan global, yaitu Food Safety and Security, Aquaculture and Marine Biodiversity, Antimicrobial Resistance, Zoonosis and Re-emerging Infectious Disease, Ecosystem Sustainability, serta Pandemic Preparedness.

Beragam subtema tersebut diharapkan mampu menjadi ruang diskusi bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berbagi hasil penelitian, memperluas kolaborasi internasional, serta menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat mendukung pengembangan kebijakan maupun praktik di lapangan.

Ketua panitia ICOHS 2026, Nur Rusdiana, drh., M.Si., menjelaskan bahwa panitia telah bekerja sama dengan sejumlah jurnal internasional bereputasi sebagai wadah publikasi artikel peserta.

“ICOHS tidak hanya menjadi forum presentasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus sehingga luaran riset peserta memiliki dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Jurnal yang telah menjalin kerja sama meliputi Jurnal Medik Veteriner (Indonesia, Scopus Q3), Polish Journal of Natural Science (Polandia, Scopus Q4), Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Indonesia, Scopus Q4), serta The Indonesian Journal of Public Health (Indonesia, Scopus Q4).

Kesempatan Berkolaborasi bagi Peneliti Dunia

Panitia membuka Call for Abstracts pada 1–30 Agustus 2026. Kesempatan ini terbuka bagi dosen, peneliti, mahasiswa, tenaga kesehatan, dokter hewan, praktisi, hingga profesional dari dalam maupun luar negeri yang memiliki hasil penelitian sesuai tema dan subtema konferensi.

Seluruh abstrak akan melalui proses seleksi ilmiah sebelum dipresentasikan dalam forum internasional ICOHS 2026. Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, konferensi ini diharapkan melahirkan kolaborasi lintas institusi dan lintas negara dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis One Health.

“Kami membuka pendaftaran bagi mahasiswa, peserta Indonesia, maupun peserta mancanegara. Program early bird berlangsung 1 Agustus hingga 14 September 2026,” jelas Diana.

Informasi mengenai pendaftaran, pengiriman abstrak, biaya registrasi, hingga jadwal konferensi dapat diakses melalui laman resmi ICOHS 2026.

Melalui penyelenggaraan ICOHS 2026, FIKKIA Universitas Airlangga berharap dapat memperkuat jejaring kolaborasi internasional, mendorong lahirnya inovasi berbasis One Health.

Menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mendukung ketahanan kesehatan global dan keamanan pangan berkelanjutan. Konferensi ini sekaligus menjadi bukti komitmen FIKKIA dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kemitraan akademik bertaraf internasional.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *