KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) lintas Fakultas Sabtu (01/08/2026). Koordinasi bertujuan memperkuat kolaborasi antarfakultas dalam merancang program pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan.
Koordinasi tersebut diikuti oleh Wakil Dekan III dari berbagai fakultas dan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Selain membahas rencana pelaksanaan Airlangga Community Development Hub (ACDH) tahun 2026, forum ini juga menjadi langkah awal penyusunan strategi pengabdian masyarakat tahun 2027.
Mengidentifikasi Potensi Desa Secara Langsung
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke Desa Wringinputih, Muncar, Banyuwangi. Peserta melakukan observasi langsung untuk mengidentifikasi potensi desa sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat setempat sebagai dasar penyusunan program pengabdian.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi ke dalam 3 kelompok sesuai bidang keilmuan. Kelompok pertama mengkaji potensi pengembangan pertanian buah naga yang diikuti Fakultas Farmasi, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, serta Fakultas Sains dan Teknologi.

Kelompok kedua menganalisis kebutuhan dan preferensi pengolah produk perikanan/nelayan. Kelompok ini melibatkan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, FIKKIA, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Keperawatan
Kelompok ketiga mengidentifikasi kebutuhan dan potensi pengembangan kawasan konservasi mangrove. Kelompok ini terdiri atas FIKKIA, Fakultas Vokasi, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Sains dan Teknologi, dan Fakultas Kedokteran Hewan.
Koordinator ACDH sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Perikanan dan Kelautan, Annur Ahadi Abdillah, Ph.D., menjelaskan bahwa survei awal dilakukan untuk menggali potensi daerah yang belum dikembangkan secara optimal.
”Di Pantai Cemara terdapat lokasi konservasi mangrove yang berpotensi menjadi lokasi kegiatan penanam sekaligus pemantauan pertumbuhannya. Ada juga di sektor pertanian buah naga juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan maupun obat yang lebih beragam.” Ujarnya
Setiap fakultas berbagi pengalaman, menyampaikan evaluasi, serta merumuskan model pengabdian yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menyusun Program Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wringinputih, Muhamad Ali Saifudin menyambut baik kolaborasi dengan UNAIR. Menurutnya, kunjungan tersebut membantu masyarakat memetakan berbagai potensi sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi.
Kelompok pengolah produk perikanan maupun petani buah naga dapat menyampaikan hambatan yang selama ini dihadapi sekaligus memperoleh masukan untuk pengembangannya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, setiap fakultas memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi kolaborasi lintas disiplin yang dapat diwujudkan dalam program pengmas mendatang.

Mengenal Potensi Wisata dan Konservasi Banyuwangi
Usai kegiatan lapangan, peserta mengunjungi wisata De Djawatan Forest sebagai bagian dari pengenalan potensi lokal Kabupaten Banyuwangi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan edukatif ke kawasan konservasi penyu di Pantai BOOM Banyuwangi.
Di lokasi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pelestarian ekosistem pesisir dari Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). Peserta juga terlibat langsung melepaskan tukik sebagai bentuk dukungan terhadap upaya konservasi lingkungan.
Melalui koordinasi ini, UNAIR berharap sinergi antarfakultas semakin kuat dalam merancang program pengmas. Koordinasi lintas disiplin ilmu diharapkan mampu memberi solusi nyata atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi lintas bidang diharapkan menjadi yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah serta meningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Putri Inova Novita
Editor: Avicena C. Nisa
