KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2024 menggelar Public Health Entrepreneurship (PHENTUSIAS) 2026 pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan berlangsung di Kampus Mojo FIKKIA Universitas Airlangga.
PHENTUSIAS merupakan agenda tahunan Program Studi Kesehatan Masyarakat. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “The Power of Digital Selling”. Sebanyak 60 peserta dari sekolah menengah atas di Banyuwangi menghadiri kegiatan tersebut.
Peserta berasal dari beberapa sekolah di Banyuwangi. Di antaranya SMAN 1 Giri, SMAN 1 Banyuwangi, MAN 1 Banyuwangi, dan SMKN 1 Glagah. Kegiatan bertujuan mengenalkan peluang bisnis di era digital kepada generasi muda.
Media Sosial Bukan Sekadar Sarana Berbagi Informasi
Panitia menghadirkan M. Yunan Fahmi sebagai narasumber utama. Ia merupakan Founder dan Owner CV Alzen Metrodata Banyuwangi.
Dalam pemaparannya, Yunan menjelaskan perubahan fungsi media sosial. Dahulu, media sosial digunakan untuk berbagi informasi dan promosi kegiatan. Kini, platform digital menjadi sarana pemasaran dan penjualan yang efektif.
Menurutnya, perkembangan tersebut didukung kemudahan komunikasi dengan konsumen. Algoritma digital juga membantu pelaku usaha menjangkau pasar lebih luas.
Yunan turut membagikan pengalaman membangun bisnis sejak usia muda. Ia mendorong generasi muda mencari rekan yang tepat saat mengembangkan usaha. Kehadiran partner yang baik dapat memperkaya ide dan memperluas sudut pandang.
Ia menjelaskan bahwa bisnis digital tidak hanya menjual produk secara daring. Pelaku usaha juga harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas kerja.
Yunan menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, teknologi tersebut akan menjadi bagian penting dalam berbagai bidang pekerjaan.
“Kalau saya kembali menjadi muda, saya akan mulai mempelajari dan membangun AI agent. Teknologi akan terus berkembang,” ujarnya.
Diskusi Interaktif tentang Teknologi dan Kewirausahaan
Sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber.
Nasya dari SMAN 1 Banyuwangi menanyakan cara menilai kelayakan sebuah teknologi sebagai produk bisnis. Menanggapi pertanyaan tersebut, Yunan menjelaskan tiga fondasi utama bisnis.
Ketiga fondasi tersebut meliputi supply base, customer base, dan selling base. Sebuah produk juga perlu diuji sebelum dikembangkan lebih luas.
Peserta lain dari SMAN 1 Giri menanyakan hubungan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Yunan menegaskan bahwa kemampuan digital kini menjadi kebutuhan dasar.
“Di masa mendatang, buta digital dapat menjadi tantangan yang sama besarnya dengan buta huruf,“ jelasnya.
Menutup kegiatan, Yunan mengingatkan pentingnya pola pikir dan lingkungan yang mendukung perkembangan diri. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan kemampuan teknis.
“Mental dan lingkungan dibentuk saat kuliah. Pilih teman, lingkungan, dan pengetahuan digital yang baik,“ pesannya.
Melalui PHENTUSIAS 2026, peserta memperoleh wawasan mengenai bisnis digital dan perkembangan teknologi. Kegiatan ini juga mendorong generasi muda untuk lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Annisa Dwi Cahyani
Editor: Avicena C. Nisa
