KABAR FIKKIA – Sebanyak 87 pasien mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis dalam Bakti Sosial Kesehatan “Nyeri Lutut” yang digelar di Masjid Alhabib Ahmad bin Aqil Ba’abud, Singotrunan, Banyuwangi, Minggu (16/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan layanan kesehatan sekaligus melibatkan mahasiswa Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga dalam pelayanan kepada masyarakat.

Bakti sosial ini merupakan kolaborasi Masjid Alhabib Ahmad bin Aqil Ba’abud, Forum Dokter Rabithah Alawiyah (FDRA), dan DPC Rabithah Alawiyah Banyuwangi. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Al-Habib Ahmad bin Aqil Ba’abud ke-60, serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari 87 pasien yang memperoleh layanan, sebanyak 76 pasien merupakan Alawiyyin/Alawiyat dan 11 pasien non-Alawiyyin/Alawiyat. Pelayanan meliputi pemeriksaan dokter, konsultasi, pemberian obat, hingga tindakan penyuntikan.
Sebanyak 17 pasien mendapatkan tindakan injeksi. Sementara itu, osteoarthritis genu (OA genu) menjadi diagnosis yang paling banyak ditemukan dengan jumlah 29 pasien.
Mahasiswa FIKKIA Terlibat dalam Pelayanan
Pelayanan kesehatan dilakukan oleh lima dokter. Dua dokter bertugas memberikan tindakan, yakni Dr. Fahmi, Sp.BS dan dr. Muhammad Syarif Ba’abud, Sp.OT. Sementara itu, layanan konsultasi dibantu oleh dr. Fairuz, dr. Jihan, dan dr. Dalla Doohan, Sp.B.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara penyelenggara dengan FIKKIA UNAIR. Dekan FIKKIA beserta empat kepala program studi turut hadir dalam rangkaian kegiatan pengajian.
Sebanyak 11 mahasiswa Kedokteran FIKKIA terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan. Mereka membantu mengatur alur dan ketertiban pasien, melakukan anamnesis, memeriksa tanda-tanda vital (TTV), serta membantu pemberian obat sesuai resep dokter.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan keterampilan klinis dan komunikasi yang diperoleh selama perkuliahan. Mahasiswa juga dapat melihat secara langsung dinamika pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Berawal dari Pengalaman Pain Intervention
Pemilihan nyeri lutut sebagai fokus bakti sosial berawal dari pengalaman Dr. Fahmi dalam kegiatan pain intervention yang diselenggarakan FIKKIA UNAIR bersama PERSPEBSI pada Juni 2026.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk menghadirkan layanan serupa dalam rangkaian kegiatan di Banyuwangi. Selain itu, Dr. Fahmi melihat banyak masyarakat berusia di atas 40 tahun mengalami kesulitan berjalan maupun jongkok akibat nyeri lutut dan pinggang.
Kondisi tersebut mendorong tim untuk menghadirkan pelayanan yang secara khusus membantu masyarakat dengan keluhan nyeri pada lutut.
“Awalnya saya sempat bingung untuk menentukan kegiatan dalam rangkaian haul dan peringatan kemerdekaan. Kemudian saya teringat dengan kegiatan pain intervention bersama FIKKIA yang sebelumnya sukses. Akhirnya kami memilih mengadakan bakti sosial dengan fokus pada pengobatan nyeri lutut,” ujar Dr. Fahmi.
Melalui kegiatan ini, FIKKIA UNAIR turut memperluas kontribusinya dalam memberikan akses pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat. Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, serta kepedulian sosial mahasiswa Kedokteran FIKKIA UNAIR. Kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga medis, dan masyarakat juga menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra
Editor: Avicena C. Nisa
