FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kuliah Tamu FIKKIA UNAIR Kenalkan Genomic Surveillance sebagai Pendukung Kebijakan Kesehatan

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga mengikuti Guest Lecture bertajuk The Role of Genomic Surveillance in Infectious Disease Prevention and Control. Kegiatan berlangsung daring melalui Zoom Meeting pada Senin (22/6/2026) dan menghadirkan Varians serta PathGen sebagai mitra kolaborasi.

Sebanyak 80 mahasiswa mengikuti kuliah tamu tersebut. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Konsultan Riset Varians Statistik Kesehatan, Drg. Dirham Tenrisau, M.Epid., M.Sc., dan Molecular Biologist PathGen, Nuril Maulidiah Maghfiroh, S.Si., M.Sc.

Dalam pemaparannya, Dirham menjelaskan bahwa genomic surveillance menjadi salah satu pendekatan penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Metode ini memanfaatkan pemantauan materi genetik patogen untuk mengidentifikasi varian baru, melacak penyebaran penyakit, serta mendukung penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti.

“Genomic surveillance saat ini menjadi salah satu cara terbaik untuk menyelesaikan banyak permasalahan terkait penyakit. Tantangannya adalah biaya yang masih relatif tinggi dan sistem yang terus berkembang, khususnya di Indonesia,” ujarnya.

Dirham juga menjelaskan tahapan genomic surveillance. Proses tersebut meliputi pengambilan spesimen, pemeriksaan laboratorium, sekuensing, dan analisis data genomik menggunakan pendekatan phylogenetic tree. Analisis ini membantu peneliti memahami hubungan evolusi patogen dan pola transmisi penyakit di masyarakat.

Menurutnya, pendekatan tersebut berperan penting dalam investigasi wabah. Metode ini dapat melengkapi data epidemiologi konvensional yang terkadang memiliki keterbatasan dalam mengidentifikasi rantai penularan.

“Penggunaan phylogenetic tree dapat membantu menjelaskan klaster wabah dalam suatu komunitas secara lebih komprehensif,” jelasnya.

Pada sesi berikutnya, Nuril Maulidiah Maghfiroh memaparkan berbagai inovasi yang dikembangkan PathGen di bidang diagnostik molekuler. Ia memperkenalkan sejumlah produk dan layanan, termasuk Molecular Diagnostic Kit serta sistem patologi digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai penerapan bioteknologi dalam riset dan layanan kesehatan. Materi yang disampaikan juga memperkenalkan perkembangan teknologi yang mendukung diagnosis dan pengendalian penyakit.

Selain mengikuti materi utama, peserta mendapatkan informasi mengenai program pelatihan, pendampingan penelitian, dan peluang magang yang ditawarkan Varians dan PathGen. Informasi tersebut mencakup pengembangan kompetensi di bidang epidemiologi molekuler, biostatistik, dan bioinformatika.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR memperoleh wawasan mengenai perkembangan genomic surveillance dan teknologi diagnostik. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat berbasis data dan teknologi.

Penulis: Satria Farelly

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *