KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali menyelenggarakan praktikum lapang sebagai wujud implementasi pembelajaran berbasis ekosistem. Kali ini, mahasiswa diajak untuk membedah kompleksitas ekosistem air tawar di Sendang Seruni, salah satu destinasi wisata berbasis konservasi air di Banyuwangi, pada Sabtu – Minggu (04-05/04/2026).
Praktikum mata kuliah Ekologi Perairan ini berfokus pada pengenalan organisme dan biota, serta pemetaan kualitas lingkungan yang menunjang kehidupan di perairan tawar. Lokasi praktikum lapang ini tak hanya bertempat di Sendang Seruni, melainkan juga dilakukan di tempat wisata lainnya, seperti Goa Sodong, Banyu Kuwung, Sendang Jopura, dan Sumber Darmo.
Metode Sampling dan Eksplorasi Medan
Agenda hari pertama dimulai dengan pengenalan medan dan area eksplorasi. Mahasiswa mengambil sampling ikan menggunakan bubu utuk melihat keanekaragaman hayati yang hidup di sendang. Pemasangan bubu dilakukan di berbagai titik strategis sendang untuk merepresentasikan sebaran biota secara spasial.

Pemasangan yang dilakukan sejak hari pertama ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi biota perairan. Baik ikan maupun krustasea, agar tertangkap secara alami sebelum dilakukan identifikasi pada hari berikutnya. Mahasiswa juga melakukan observasi lingkungan untuk memahami karakteristik fisik Sendang Seruni yang dikenal dengan sumber mata airnya yang melimpah dan jernih.
Analisis Kualitas Air dan Identifikasi Biota
Memasuki hari kedua, fokus beralih pada pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Mahasiswa melakukan pengecekan kualitas air meliputi parameter pH, Dissolved Oxygen (DO), nitrat, nitrit, amonia, hingga fosfat. Data parameter kimia ini menjadi kunci untuk menganalisis korelasi antara kondisi lingkungan dengan tingkat kelimpahan populasi dan indeks dominansi spesies tertentu.

Hal ini penting untuk mengetahui kesehatan ekosistem di Sendang Seruni. Mengingat lokasi juga berfungsi sebagai tempat wisata yang berpotensi memberikan tekanan ekologis terhadap biota asli di dalamnya. Mahasiswa dituntut terampil menggunakan peralatan lapangan guna memastikan data yang diambil memiliki akurasi yang tinggi.
Menjaga Adab di Kawasan Sakral Sendang Seruni
Di balik keindahan alamnya, Sendang Seruni merupakan kawasan yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat karena nilai sejarah dan spiritualnya. Endang, selaku pemangku berpesan agar mahasiswa menjunjung tinggi etika dan adab.
”Bagi kami, air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga kesuciannya. Oleh karena itu, saya senantiasa berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar selama melakukan penelitian tetap memperhatikan perilaku dan tutur kata. Menjaga adab di alam adalah bagian dari menjaga kelestarian itu sendiri,” tutur Endang.
Integritas Data dan Kepekaan Lapangan
Di penghujung kegiatan, asisten praktikum memberikan catatan evaluatif sekaligus motivasi bagi para praktikan untuk terus mengasah kepekaan terhadap fenomena alam.
“Praktikum lapang adalah laboratorium yang sesungguhnya. Saya harap teman-teman benar-benar mengasah insting analisis terhadap fenomena yang terjadi di alam,” ujar asisten praktikum Fahmi (AKUA 22)
Pemahaman mengenai medan eksplorasi wajib dikuasai untuk memastikan ekosistem didalamnya tetap seimbang di tengah hiruk-pikuk aktivitas manusia di sekitar Sendang Seruni. Selayaknya alam yang memberi, maka manusia yang mengasihi.
Penulis: Farra Azzahrani
Editor: Avicena C. Nisa
