FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Raih Bronze Medal pada Mandalika Essay Competition 8

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi nasional. Tim “Gas Melomba” berhasil meraih bronze medal dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8. Kompetisi berlangsung pada 16–18 Mei 2026. Tim terdiri dari Andhika Juliandra Saputra (KU 2025), Revalina Putri Azzahra (KESMAS 2025), dan Nur Fitri Jum’Ati (AKUA 2025). Kompetisi diselenggarakan oleh Lembaga Nusantara Muda bersama FMIPA Universitas Mataram. Kegiatan juga mendapat dukungan dari Entrepreneurship Factory For Youth Community (ENTRE).

Pada babak final, tim Gas Melomba bersaing dengan 22 finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Di bawah bimbingan dr. Kurnia Alisaputri, Sp.PD., FINASIM., mereka mengusung esai berjudul “SUDUT BUDAYA”.

Esai tersebut merupakan singkatan dari Seduluran Peduli Lingkungan Sehat Berbasis Budaya. Gagasan itu berfokus pada pengembangan desa eco-cultural health sebagai mitigasi bancana dan keberlanjutan di wilayah Desa Kampungmandar. Wilayah tepi pantai ini populer dengan sebutan plengsengan.

Tim memilih Pantai Pelengsengan Utara sebagai lokasi pengembangan desa wisata berbasis kesehatan dan pendidikan.

Mereka menilai kawasan pesisir tersebut memiliki potensi besar, tetapi belum dikelola secara optimal. Permasalahan utama berada pada kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Usung Pendekatan One Health

Tim Gas Melomba mengembangkan konsep desa wisata melalui pendekatan One Health. Pendekatan ini mengintegrasikan bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan akuakultur.

Bidang akuakultur berfokus pada pengawasan kualitas air menggunakan keramba pantau. Tim juga mengangkat ikan kerapu sebagai produk unggulan lokal. Pemilihan ikan kerapu didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah di Selat Bali.

Sementara itu, bidang kedokteran berperan dalam edukasi penyakit akibat air laut. Tim juga menggagas pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat pesisir.

Dari bidang kesehatan masyarakat, mereka menghadirkan inovasi UMKM ramah lingkungan. Inovasi tersebut memanfaatkan sampah menjadi paving blok porous dan lampu fotokatalitik untuk membantu menurunkan polusi udara.

Paving blok dibuat dari campuran plastik, pasir, dan oli bekas. Struktur berongga membantu penyerapan air hujan lebih cepat. Produk tersebut juga membantu mengurangi genangan air penyebab berkembangnya jentik nyamuk.

Sementara itu, lampu fotokatalitik dibuat menggunakan lapisan titanium dioksida yang berfungsi dengan bantuan sinar matahari untuk mengubah polutan menjadi senyawa yang lebih aman bagi lingkungan. Untuk menjaga keamanan saat digunakan, titanium dioksida dilapisi dengan resin untuk mencegah degradasi yang berbahaya bagi paru-paru.

Gagas Komunitas Peduli Lingkungan

Tim Gas Melomba turut menggagas komunitas “Satu Tangan Beribu Angan”. Komunitas ini mengajak masyarakat membersihkan sampah di kawasan pantai. Relawan akan mengolah sampah plastik menjadi paving blok ramah lingkungan. Langkah tersebut mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan di kawasan pesisir.

Inovasi yang diusung tim selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Gagasan tersebut mendukung SDGs 3, SDGs 6, SDGs 11, dan SDGs 14.

Program itu juga mendukung implementasi Asta Cita pemerintah. Fokusnya meliputi sektor kesehatan, pembangunan desa, dan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.

Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *