KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Studi Kedokteran FIKKIA Universitas Airlangga angkatan 2025 mengikuti Kunjungan Rumah Sakit (KRS) di RSUD Blambangan, Senin (28/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Keterampilan Medik 2. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mendatangi empat poli, yaitu mata, THT, saraf, dan orthopedi.
KRS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kondisi klinis. Mereka mengenal berbagai alat pemeriksaan sekaligus mengamati kasus yang ditangani tenaga medis.
Mengenal Pemeriksaan di Poli Mata
Kunjungan pertama berlangsung di Poli Mata bersama dr. R Unu Heru S, Sp.M. Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai peralatan untuk menunjang pemeriksaan mata. Beberapa alat yang dikenalkan meliputi slit lamp, lensometer, biometri, oftalmoskop, Optical Coherence Tomography (OCT), dan perangkat pemeriksaan visus. Pengenalan tersebut membantu mahasiswa memahami fungsi setiap alat dalam pemeriksaan kondisi mata. Mereka juga memperoleh gambaran mengenai penerapan pemeriksaan klinis secara langsung.
Mengamati Kasus di Poli THT
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Poli THT bersama dr. Citra Dwi N, Sp. T.H.T.K.L. Mahasiswa melihat pemeriksaan pasien dengan berbagai kondisi, termasuk kanker tonsil stadium 4, sinusitis, infeksi telinga, dan otitis media akut.
Salah satu pembahasan berkaitan dengan perforasi atau lubang pada gendang telinga. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat benturan, penggunaan cotton bud terlalu dalam, maupun infeksi. Pada kondisi tertentu, perforasi dapat menutup secara mandiri setelah infeksi teratasi. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan pemeriksaan menggunakan otoskop, ear suction, dan endoskopi.

Memahami Penanganan Pasien Stroke
Di Poli Saraf bersama dr. Indah, mahasiswa mengamati sejumlah pasien post-stroke. Keluhan yang ditemukan antara lain kelumpuhan separuh tubuh dan komplikasi tertentu. Mahasiswa juga mempelajari pentingnya waktu dalam penanganan stroke. Pada stroke iskemik tertentu, terapi trombolisis dapat diberikan dalam jendela waktu hingga 4,5 jam. Pemberian terapi tetap mempertimbangkan kondisi dan kriteria medis setiap pasien. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan metode FAST untuk mengenali tanda awal stroke.

Mengenal Kasus di Poli Orthopedi
Kunjungan terakhir berlangsung di Poli Orthopedi bersama dr. Ananta. Mahasiswa mengamati penanganan berbagai kasus muskuloskeletal. Beberapa kasus yang ditemui meliputi patah tulang belikat, multiple canal stenosis, serta patah tulang jari. Mereka juga melihat kasus patah tulang betis dan tangan.
Melalui KRS di RSUD Blambangan, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis yang melengkapi pembelajaran Keterampilan Medik 2. Kegiatan ini membantu mahasiswa memahami penerapan keterampilan pemeriksaan secara kontekstual. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan mahasiswa menghadapi pembelajaran klinis berikutnya.
Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra
Editor: Avicena C. Nisa