FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Perkuat Kompetensi Dokter Puskesmas, FIKKIA UNAIR dan PERSPEBSI Gelar Seminar Manajemen Nyeri

KABAR FIKKIA – Nyeri kronis tidak selalu dapat diatasi hanya dengan obat pereda nyeri. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga bersama Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) menyelenggarakan Seminar Ilmiah Manajemen Nyeri untuk Dokter pada Kamis (25/06/2026) di Aula Dr. M. Rasad Oesman, Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Seminar diikuti 45 dokter dari berbagai puskesmas di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan memperbarui pengetahuan tenaga kesehatan mengenai perkembangan penanganan nyeri kronis, mulai dari terapi intervensi hingga terapi regeneratif.

Peserta seminar ilmiah managemen intervensi nyeri. Sumber: Istimewa

Seminar menghadirkan dua narasumber yang juga anggota Indonesian Neurosurgical Pain Society (INPS), yaitu dr. Stephanus Gunawan, SpBS, Subsp. N-TB(K), FINPS, FINSS, FIPP., CIPP. dan Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS., F.NTB., F.NF. Keduanya memaparkan perkembangan terkini dalam manajemen nyeri yang dapat diterapkan sesuai kondisi pasien.

Ketika Analgesik Tidak Lagi Menjadi Solusi

Dalam materi berjudul When Analgesics are not Enough: Pain Intervention as an Alternative Pain Solution, dr. Stephanus menjelaskan bahwa penggunaan obat pereda nyeri memiliki keterbatasan pada beberapa kasus nyeri kronis. Oleh karena itu, tindakan intervensi nyeri dapat menjadi salah satu pilihan terapi sebelum dilakukan tindakan operasi.

Ia menjelaskan bahwa prosedur intervensi dilakukan secara minimal invasif dengan mempertimbangkan penyebab nyeri, kondisi pasien, dan hasil pemeriksaan klinis. Menurutnya, diagnosis yang tepat menjadi dasar penting dalam menentukan terapi yang sesuai sehingga penanganan dapat berlangsung lebih efektif dan aman.

Perkembangan Terapi Regeneratif

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas melalui topik Regenerative Pain Medicine: The Role of Mesenchymal Stem Cells and Secretome in Chronic Pain. Ia menjelaskan potensi terapi regeneratif yang memanfaatkan mesenchymal stem cells (MSC) dan secretome dalam membantu mengurangi peradangan serta mendukung proses perbaikan jaringan penyebab nyeri kronis.

Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ia menegaskan bahwa terapi regeneratif masih terus dikembangkan. Penerapannya harus mengacu pada bukti ilmiah serta regulasi yang berlaku agar keamanan dan manfaatnya tetap terjamin.

Melalui seminar ini, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai kasus nyeri kronis yang sering ditemui di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Diskusi berlangsung interaktif sehingga peserta dapat bertukar pengalaman sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pendekatan penanganan yang sesuai.

Sebagai rangkaian kegiatan, peserta seminar dijadwalkan mengikuti bakti sosial pelayanan intervensi nyeri pada hari berikutnya. Mereka berkesempatan mengamati secara langsung proses pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf.

Melalui kegiatan ini, FIKKIA UNAIR dan PERSPEBSI berharap kompetensi dokter layanan primer dalam penanganan nyeri kronis terus meningkat. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih tepat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Banyuwangi.

Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *