FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Potensi Pengembangan Sustainable Aquaculture Berbasis Bahan Herbal

KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali menggelar Kuliah Tamu pada Rabu (01/04/2026) bertajuk Herbs as Feed Additive in Aquaculture. Kuliah Tamu dihadiri oleh 40 mahasiswa akuakultur dari berbagai angkatan. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Norfrazeena Mohd Faudzi sebagai narasumber utama yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Malaysia Sabah sekaligus manajer pembenihan ikan di Borneo Marine Research Institute.

Dr. Norfrazeena memulai pemaparan dengan membahas mengenai beberapa pakan herbal sebagai feed additive dan metode aplikasinya. Materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Potensi Pengembangan Sustainable Aquaculture Berbasis Bahan Herbal sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan sistem budidaya.

Tren Pengembangan Sustainable Aquaculture

Dr. Norfazreena menjelaskan bahwa tren penggunaan herbal dalam akuakultur saat ini mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya lebih difokuskan sebagai peningkat pertumbuhan, kini penelitian lebih mengarah pada peningkatan kesehatan ikan dan ketahanan terhadap stres, sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan antibiotik. Selain itu, pendekatan penggunaan herbal juga semakin spesifik, yaitu dengan mengekstraksi senyawa bioaktif tertentu agar penggunaannya lebih efisien meskipun dalam dosis kecil.

Berbagai jenis tanaman herbal seperti bawang putih, kunyit, dan jahe mengandung senyawa aktif yang mampu meningkatkan nafsu makan ikan, mempercepat metabolisme, serta memperkuat sistem imun terhadap patogen.

“Herbal merupakan solusi pakan alami yang berbiaya rendah, aman, dan mendukung pengembangan akuakultur berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa keunggulan utama bahan herbal terletak pada sifatnya yang multifungsi. Selain sebagai imunostimulan, bahan herbal juga berperan sebagai antibakteri, antivirus, dan antijamur alami. Hal ini menjadikan herbal sebagai alternatif pengganti antibiotik yang lebih aman dan berkelanjutan. Penggunaan herbal juga dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dalam saluran pencernaan ikan, sehingga meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi dan pertumbuhan yang optimal.

Kelebihan Bahan Herbal bagi Lingkungan

Tidak hanya berdampak pada ikan, penggunaan bahan herbal juga memberikan manfaat terhadap lingkungan budidaya. Limbah dari pakan berbasis herbal memiliki kecenderungan yang lebih mudah terurai secara alami dan tidak mencemari perairan, sehingga mendukung prinsip eco-friendly aquaculture.

“Bahan herbal menjadi alternatif saat ini dikarenakan tidak akan meninggalkan residu bagi ikan, lingkungan dan sangat aman ketika dikonsumsi oleh manusia.”

Hingga kini, produk perikanan yang dihasilkan dari sistem budidaya berbasis herbal memiliki nilai yang lebih karena dianggap lebih aman dan sehat bagi konsumen.

Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain terkait efektivitas herbal dalam mengatasi stres pada ikan, penerapan pada skala budidaya, serta penanganan senyawa antinutrisi pada bahan herbal. Menanggapi hal tersebut, Dr. Norfazreena menjelaskan bahwa penggunaan herbal dalam jumlah rendah, umumnya sekitar 1–10% dalam pakan, dapat meminimalkan efek antinutrisi. Selain itu, metode fermentasi juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kandungan senyawa tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan inovasi berbasis sumber daya lokal untuk mendukung kemajuan sektor akuakultur yang berkelanjutan.

Penulis: Sabitha Helmi

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *