KABAR FIKKIA – Rabu, (01/04/2025) menjadi hari yang penuh kehangatan bagi warga Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga. Masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H, civitas akademika FIKKIA menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang dilangsungkan di Aula Kampus Mojo. Kegiatan juga dihadiri oleh mitra kerjasama yang telah berperan aktif dalam mendukung berlangsungnya kegiatan di FIKKIA.
Dekan FIKKIA, dr. Rahardian Indarto Susilo, Sp.S. (K) dalam sambutannya menyampaikan bahwa halal bihalal ini menjadi acara yang dapat mempererat kolaborasi dengan berbagai mitra kampus yang ada.

Dokter Rahardian juga menyinggung perihal master plan gedung baru 5 lantai di belakang Kampus Mojo, dalam kurun waktu 3 tahun. Hal tersebut selaras dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa yang diterima menjadi bagian dari FIKKIA. Gedung baru tersebut difokuskan sebagai fasilitas pembelajaran bagi mahasiswa dengan program studi Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Sedangkan untuk gedung baru program studi Kedokteran Hewan dan Akuakultur akan dibangun di daerah Kedayunan.
Tak hanya itu, berbagai rencana kolaborasi juga turut disampaikan, seperti kerja sama antara prodi Kedokteran Hewan dengan RSH dan kawasan konservasi di Banyuwangi, penguatan kolaborasi prodi Akuakultur dengan sektor kelautan, serta prodi Kesehatan Masyarakat yang terus bekerja sama dengan kader-kader kesehatan di Banyuwangi. Program studi Kedokteran juga bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan setempat, seperti RSUD Blambangan dan RSUD Genteng.
Meneguhkan Nilai Integritas
Kegiatan Halal Bihalal semakin lengkap dengan adanya tausiah dari Habib Ahmad Ridho Al-Hamid dengan tema “Makna Idul Fitri dalam Membentuk Karakter yang Berintegritas”. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa integritas adalah keselarasan antara ucapan dan tindakan yang dilandasi oleh nilai-nilai spiritual.
“Orang yang memiliki ilmu dan ketrampilan, tetapi tidak memiliki integritas, justru berpotensi merugikan orang lain. Karena itu, penting untuk menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap peran yang dijalankan,” tuturnya.
Habib Ahmad mengingatkan kita perihal pentingnya empati dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bidang pelayanan. Pelayanan yang diberikan tidak hanya sebatas untuk memenuhi tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan ketulusan dan kepedulian terhadap sesama.
“ Integritas tidak akan terbentuk, jika profesionalitas tidak diarahkan sebagai bagian dari amal shalih dan melakukan yang terbaik di hadapan Allah dan Rosulullah.” Sambung Habib Ahmad

Kegiatan ditutup dengan sesi doa bersama, dilanjutkan sesi foto bersama, saling memaafkan, dan dilanjutkan sesi ramahtamah. Halal Bihalal ini menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan, integritas, dan empati adalah bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang bertanggungjawab.
Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra
Editor: Avicena C. Nisa