Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

UTM Benchmarking ke FIKKIA UNAIR Perkuat Penjaminan Mutu Program Studi Kedokteran

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Trunojoyo Madura...

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jumat (17/7/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Mojo FIKKIA ini diikuti 16 civitas akademika UTM sebagai upaya memperkuat sistem penjaminan mutu dan mempersiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran.

Kunjungan disambut oleh Wakil Dekan I FIKKIA, dr. Ivan Rahmatullah, MPH., Ph.D. Ia mengapresiasi inisiatif UTM dalam membangun kolaborasi antarperguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran.

“Kami senang UTM datang untuk melakukan benchmarking dan belajar bersama dalam pengelolaan prodi kedokteran” ujar dr. Ivan.

Perkuliahan prodi kedokteran di FIKKIA baru berjalan empat semester. Meskipun demikian, ia senang berbagi pengalaman FIKKIA dalam menjalani proses akreditasi dapat menjadi referensi bagi UTM. Khususnya dalam menyiapkan program studi kedokteran yang akan dikembangkan.

Berbagi Praktik Baik Penjaminan Mutu

Selama kunjungan, peserta memperoleh paparan mengenai sistem penjaminan mutu yang diterapkan FIKKIA. Ketua Sistem Penjaminan Mutu (SPM) FIKKIA, Hapsari, menjelaskan bahwa kualitas pendidikan dijaga melalui Audit Mutu Internal (AMI) yang dilaksanakan secara berkala oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Airlangga.

“SPM memastikan setiap dokumen kurikulum sesuai dengan bidang keunggulan, serta visi dan misi benar-benar dipahami oleh seluruh civitas akademika,” jelas Hapsari.

Ia menegaskan bahwa penjaminan mutu bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan dan pengembangan program studi.

Diskusi juga membahas berbagai aspek akreditasi, mulai dari visi dan misi, kurikulum, sistem penilaian, kemahasiswaan, sumber daya manusia, hingga kesiapan sarana dan prasarana. Selain itu, evaluasi kepuasan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dilakukan setiap semester melalui sistem daring sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan.

Persiapan Program Studi Kedokteran UTM

Bagi UTM, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari secara langsung pengelolaan program studi kedokteran, mulai dari penyusunan kurikulum hingga strategi menghadapi akreditasi.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UTM, Dinara M.J., menyampaikan bahwa program studi kedokteran yang sedang dipersiapkan akan mengusung keunggulan di bidang kesehatan masyarakat dan wilayah kepulauan.

Menurutnya, kondisi geografis Madura menghadirkan tantangan tersendiri, seperti keterbatasan akses layanan kesehatan dan distribusi tenaga medis. Karena itu, UTM ingin mengembangkan pendidikan kedokteran yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.

Melalui benchmarking ini, UTM berharap memperoleh praktik baik dalam pengelolaan kurikulum, sistem penjaminan mutu, dan penguatan tridarma perguruan tinggi. Kolaborasi antara FIKKIA UNAIR dan UTM diharapkan dapat mendukung lahirnya program studi kedokteran yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Tags:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like