KABAR FIKKIA – Tim Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga mengedukasi lebih dari 70 siswa SD Negeri 4 Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, tentang cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang benar pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini sebagai bagian dari rangkaian International Conference of One Health Synergy (ICOHS) 2026 dalam rangka Dies Natalis ke-12 FIKKIA UNAIR.

Edukasi menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi di kelas, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi di lapangan. Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengenal praktik menjaga kebersihan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenal Pentingnya Sikat Gigi dan Cuci Tangan
Dalam sesi edukasi, siswa mempelajari pentingnya menjaga kesehatan gigi dan kebersihan tangan. Menyikat gigi dengan teknik yang tepat membantu menjaga kebersihan rongga mulut serta mengurangi risiko gigi berlubang dan gangguan kesehatan gigi lainnya. Tim juga memperkenalkan langkah-langkah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan ini membantu menghilangkan kotoran dan mengurangi penyebaran kuman penyebab penyakit.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia siswa agar mudah dipahami. Siswa diajak membiasakan diri menyikat gigi secara teratur serta mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian penting dari penerapan PHBS. Jika dilakukan secara konsisten, praktik ini dapat membantu anak menjaga kebersihan diri dan mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Menanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini
Sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kesehatan anak, selain sebagai tempat memperoleh pengetahuan akademik. Edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dapat membantu siswa mengenali dan mempraktikkan kebiasaan positif sejak dini. Salah satu wali murid menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut mendorong anak-anak lebih disiplin menjaga kebersihan diri.
“Biasanya anak-anak sulit buat disuruh cuci tangan sebelum makan, biasanya habis main langsung makan dan juga malas untuk sikat gigi. Semoga nanti setelah dari acara ini anak-anak bisa lebih rajin sikat gigi dan cuci tangannya,” ungkapnya.
Penerapan PHBS membutuhkan dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan dapat diterapkan di rumah dan dibagikan kepada anggota keluarga. Melalui kegiatan ini, FIKKIA UNAIR berupaya mendukung peningkatan kesadaran kesehatan sejak usia sekolah. Edukasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat melalui langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Penulis: Sabitha Helmi
Editor: Avicena C. Nisa