Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

EnglishIndonesian

Cedera Saat Wisata dan Olahraga: Panduan untuk Pemahaman dan Pencegahan

Wisata dan aktivitas olahraga memberikan kesempatan luar biasa untuk menjelajahi alam, mengeksplorasi tempat-tempat baru, dan meningkatkan kesehatan fisik. Namun, seperti halnya aktivitas fisik apa pun, terlibat dalam wisata atau olahraga juga membawa risiko cedera orthopedi yang perlu dipahami dan dikelola dengan baik. Berikut ini Dr. Anthoni Yusbida, Sp.OT akan membahas beberapa jenis cedera yang umum terjadi saat wisata dan olahraga. Dokter spesialis orthopedi Prodi Kedokteran FIKKIA UNAIR tersebut sekaligus mengulas langkah-langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan tubuh.

Jenis-Jenis Cedera Saat Wisata dan Olahraga

  1. Cedera Ligamen: Cedera ligamen sering terjadi saat bermain sepak bola dan hiking. Ligamen yang paling sering terkena adalah ligamen lutut seperti ACL (anterior cruciate ligament) dan ligamen pergelangan kaki.
  2. Cedera Tendon: Tendonitis (peradangan tendon) atau robekan tendon dapat terjadi dalam aktivitas seperti tenis, golf, atau hiking, khususnya pada tendon achilles atau tendon rotator cuff di bahu.
  3. Fraktur Tulang: Kecelakaan saat bersepeda atau memanjat gunung dapat menyebabkan fraktur atau patah tulang pada tulang-tulang pergelangan tangan, lengan atas, atau tulang kaki.
  4. Cedera Otot: Cedera otot, seperti kram otot atau robekan otot, bisa terjadi saat aktivitas yang memerlukan kekuatan atau gerakan yang tiba-tiba, seperti berenang, hiking, atau bermain basket.
  5. Cedera Sendi: Penggunaan berlebihan atau trauma langsung dapat menyebabkan kondisi seperti bursitis atau osteoarthritis, terutama pada sendi-sendi yang terlibat dalam aktivitas seperti jogging, hiking, atau bersepeda.
Dr. Anthoni Yusbida, Sp.OT, dosen Kedokteran FIKKIA UNAIR

Langkah-Langkah Pencegahan Cedera

  1. Pemanasan yang tepat: Sebelum memulai aktivitas, lakukan pemanasan untuk mempersiapkan otot dan sendi Anda untuk aktivitas yang lebih intens. Ini termasuk latihan ringan dan gerakan dinamis yang mirip dengan aktivitas yang akan Anda lakukan.
  2. Gunakan perlengkapan pelindung: Pastikan untuk menggunakan perlengkapan pelindung yang sesuai, seperti helm, penyangga lutut, atau sarung tangan pengaman, tergantung pada jenis olahraga atau aktivitas yang Anda pilih.
  3. Teknik yang Benar: Pelajari dan gunakan teknik yang benar dalam olahraga atau aktivitas wisata untuk mengurangi risiko cedera. Jika perlu, ambil pelajaran atau panduan dari ahli untuk meningkatkan keterampilan.
  4. Istirahat yang cukup: Berikan waktu istirahat yang cukup untuk tubuh Anda di antara sesi aktivitas fisik yang intens. Overuse (penggunaan berlebihan) dapat meningkatkan risiko cedera.
  5. Perhatikan Keamanan Lingkungan: Ketika melakukan aktivitas outdoor seperti hiking atau climbing, perhatikan faktor-faktor lingkungan seperti cuaca, kondisi tanah, dan keadaan alam sekitar untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Respons Terhadap Cedera

Jika Anda mengalami cedera saat berwisata atau berolahraga, langkah-langkah pertama yang harus diambil adalah:

  • Berhenti dan Istirahat: Hentikan aktivitas segera dan berikan istirahat pada area yang cedera.
  • Penerapan RICE:  Rest, Ice, Compression, dan Elevation (RICE)

Rest (Istirahat)

Setelah mengalami cedera olahraga, istirahat merupakan langkah pertama yang krusial. Aktivitas fisik harus segera dihentikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan yang rusak. Istirahat ini juga membantu mengurangi peradangan dan memungkinkan tubuh untuk fokus pada proses penyembuhan.

Pentingnya istirahat: Membatasi atau menghindari beban pada area yang cedera dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan dan mempercepat pemulihan.

Ice (Kompres es)

Penerapan es pada area yang cedera membantu mengurangi peradangan dan memblokir nyeri dengan mengecilkan pembuluh darah. Es juga dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Cara menggunakan es: Gunakan kantong es atau bungkus es dalam kain tipis dan terapkan pada area yang cedera selama sekitar 15-20 menit setiap jamnya dalam 24-48 jam pertama setelah cedera.

Perhatian: Jangan mengaplikasikan es secara langsung pada kulit yang terbuka atau luka. Selalu gunakan kain tipis sebagai penghalang.

Kompres dingin pada area yang cedera. Sumber: halodoc.com

Compression (Pembebatan)

Penggunaan perban elastis atau pembalut kompresi membantu mengendalikan pembengkakan dan mempertahankan posisi yang stabil pada area yang cedera. Kompresi juga membantu membatasi pergerakan berlebihan yang dapat memperburuk cedera.

Cara menggunakan kompresi: Balut area yang cedera dengan perban elastis secara menyeluruh tetapi tidak terlalu ketat sehingga tidak mengganggu aliran darah

Elevation (Mengangkat)

Mengangkat bagian tubuh yang cedera di atas tingkat jantung dapat membantu mengurangi pembengkakan dengan memperlambat aliran darah ke area tersebut.

Cara melakukan elevasi: Letakkan area yang cedera pada bantal atau dukungan yang nyaman sehingga posisinya lebih tinggi dari tingkat jantung saat beristirahat

  • Konsultasi dengan Ahli: Jika cedera terasa serius atau gejala tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli orthopedi untuk evaluasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Menikmati wisata dan olahraga adalah cara yang fantastis untuk menjaga kesehatan dan menghabiskan waktu di luar ruangan. Penting untuk memahami potensi risiko cedera yang terkait dan mengambil langkah-langkah preventif yang sesuai untuk melindungi diri sendiri. Dengan mematuhi langkah-langkah pencegahan yang disarankan dan merespons cedera dengan cepat dan tepat, anda dapat menjaga keselamatan dan kesehatan tubuh. Memungkinkan terus menikmati aktivitas favorit Anda dengan aman dan tanpa hambatan.

Penulis: Dr. Anthoni Yusbida, Sp.OT (dosen Kedokteran FIKKIA UNAIR)

Editor: Avicena C. Nisa

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *