Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Dari Kolesterol hingga Kehamilan, Satellite Symposium ICOHS FIKKIA UNAIR Bahas Penggunaan Statin

KABAR FIKKIA – Penggunaan obat penurun kolesterol memerlukan pertimbangan manfaat dan risiko sesuai kondisi pasien. Hal ini menjadi penting dalam...

KABAR FIKKIA – Penggunaan obat penurun kolesterol memerlukan pertimbangan manfaat dan risiko sesuai kondisi pasien. Hal ini menjadi penting dalam pencegahan komplikasi kardiovaskular, terutama pada pasien dengan risiko Cardiovascular-Kidney-Metabolic (CKM). Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah penggunaan statin, termasuk pada pasien yang sedang merencanakan kehamilan atau tengah hamil.

Topik tersebut dibahas oleh dr. Kurnia Alisaputri, Sp.PD., FINASIM, dalam Satellite Symposium pada rangkaian International Conference of One Health Synergy (ICOHS) 2026 di Aston Hotel. Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026), dengan dukungan Dexa Medica dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Melalui materi Starting Statin in Early Diagnosing CKM, Why It’s Matter?, dr. Kurnia membahas pentingnya mempertimbangkan terapi statin berdasarkan kondisi klinis dan tingkat risiko pasien.

Mengendalikan Kolesterol untuk Mencegah Komplikasi

Statin merupakan kelompok obat yang membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol yang kerap disebut kolesterol jahat. Kadar LDL yang tinggi dapat berkontribusi pada pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

“Penggunaan statin perlu mempertimbangkan kondisi klinis dan tingkat risiko setiap pasien. Pada ibu hamil, keputusan terapi harus dilakukan secara hati-hati dengan menimbang manfaat bagi ibu serta potensi risiko bagi janin. Karena itu, pemilihan obat perlu didasarkan pada bukti ilmiah dan evaluasi medis, bukan hanya pada kadar kolesterol,” jelas dr. Kurnia.

Pada pasien dengan risiko CKM, pengendalian kolesterol menjadi salah satu bagian dari upaya mengurangi risiko komplikasi. Namun, pemilihan terapi perlu mempertimbangkan kondisi klinis, riwayat kesehatan, serta tingkat risiko masing-masing pasien.

Penggunaan Statin pada Ibu Hamil Memerlukan Pertimbangan Khusus

Dalam sesi tanya jawab, dr. Muhammad Fathoni dari Puskesmas Benculuk menanyakan alasan statin tidak direkomendasikan secara rutin bagi ibu hamil. Pertanyaan ini menyoroti pentingnya pemahaman tenaga kesehatan pelayanan primer dalam menjelaskan pertimbangan pengobatan kepada pasien.

Penggunaan statin selama kehamilan memerlukan penilaian medis secara individual. Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menghapus larangan mutlak penggunaan statin pada kehamilan, sebagian besar pasien tetap dianjurkan menghentikan penggunaannya selama hamil. Pengecualian dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi, berdasarkan evaluasi dokter.

Pembahasan juga menyinggung fenofibrate sebagai obat penurun trigliserida. Namun, obat ini tidak dapat langsung dianggap sebagai alternatif yang lebih aman bagi ibu hamil. Bukti keamanannya selama kehamilan masih terbatas, sehingga penggunaannya perlu dipertimbangkan secara hati-hati oleh dokter sesuai kondisi pasien.

Keputusan Terapi Membutuhkan Pertimbangan Menyeluruh

Selain terapi obat, pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan kesehatan berkala berperan dalam mengendalikan kadar kolesterol. Upaya tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan faktor risiko setiap individu.

Pembahasan penggunaan statin dalam Satellite Symposium ICOHS 2026 menegaskan pentingnya pemahaman klinis dalam menentukan terapi. Tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan bukti ilmiah, manfaat, serta potensi risiko sebelum merekomendasikan pengobatan. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh penjelasan yang memadai untuk mendukung pengambilan keputusan bersama tenaga medis.

Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra

Editor: Avicena C. Nisa

Tags:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya