KABAR FIKKIA – Divisi Swine Ruminant Care Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) FIKKIA Universitas Airlangga menggelar kunjungan peternakan kambing perah di UD Karya Etawa Farm, Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 36 mahasiswa Kedokteran Hewan mengikuti kegiatan ini untuk mempelajari manajemen ternak dan kesehatan ambing melalui praktik langsung.
Ketua Pelaksana, Naufal Syafiq Fadhil (KH 2025), berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh, terutama mengenai teknik pemerahan dan pemeriksaan kesehatan ambing.
“Harapannya, peserta bisa mengamalkan ilmu yang sudah diberikan oleh pemateri dan narasumber, terutama teknik pemerahan yang baik dan benar serta cara melakukan pengujian CMT, sehingga berguna untuk ke depannya,” ujar Syafiq.
Mendalami Manajemen Kambing Perah
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tamu oleh drh. Amung Logam Saputro M.SI mengenai manajemen kambing perah, kambing kontes, serta penjurian dalam kontes kambing. Abdul Aziz selaku pemilik UD Karya Etawa Farm turut memberikan wawasan mengenai pengelolaan peternakan. Melalui sesi ini, peserta mengenal perbedaan karakteristik kambing berdasarkan tujuan pemeliharaannya, baik untuk produksi susu, kontes, maupun kambing seni. Setelah pemaparan materi, peserta juga mendapatkan pembagian susu dari UD Karya Etawa Farm.

Praktik Pemerahan dan Pengenalan Kandang
Pada sesi workshop, peserta menyaksikan demonstrasi teknik pemerahan susu kambing yang baik dan benar. Mereka kemudian mempraktikkan teknik tersebut secara bergantian. Peserta juga mengikuti tur kandang untuk mengamati karakteristik kambing perah, kambing kontes, dan kambing seni.
Kegiatan ini membantu mahasiswa menghubungkan teori dengan kondisi nyata di peternakan. Peserta juga memperoleh gambaran mengenai penanganan ternak sesuai tujuan pemeliharaannya.
Mengenali Mastitis melalui Pemeriksaan CMT
Peserta mempraktikkan California Mastitis Test (CMT), yaitu metode skrining untuk membantu mengenali indikasi mastitis atau peradangan ambing. Sebelum praktik, peserta mempelajari tahapan pengujian dan cara mengamati perubahan sampel susu.
Peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengambil sampel susu secara acak, melakukan pengujian, dan mengamati hasilnya. Praktik ini memperkenalkan mahasiswa pada pemeriksaan kesehatan ambing sebagai bagian dari manajemen kambing perah.

Mastitis dapat memengaruhi kesehatan ternak serta kualitas dan produksi susu. Karena itu, kemampuan mengenali indikasi awal gangguan kesehatan ambing penting bagi calon dokter hewan, khususnya yang berminat pada bidang peternakan ruminansia. Hasil CMT dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pemeriksaan lanjutan, bukan satu-satunya dasar penegakan diagnosis.
Drh. Amung juga menekankan pentingnya pemeriksaan susu untuk memantau kesehatan ambing dan menjaga kualitas produk peternakan.
“Pemeriksaan susu merupakan salah satu langkah penting untuk memantau kesehatan ambing dan menjaga kualitas susu yang dihasilkan,” jelas drh. Amung.
Kegiatan ini mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan manajemen ternak dan pemantauan kesehatan ambing. Melalui perpaduan teori dan praktik, kunjungan ini diharapkan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang manajemen kambing perah serta mendorong pengelolaan peternakan yang bertanggung jawab.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa