Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Rise Up Competition 2026 Bentuk Smart Citizen di Tengah Arus Informasi Digital

KABAR FIKKIA – Kementerian Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIKKIA Universitas Airlangga menggelar Rise Up Competition 2026 bertema...

KABAR FIKKIA – Kementerian Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIKKIA Universitas Airlangga menggelar Rise Up Competition 2026 bertema “Kepekaan Politik di Era Digital: Menyikapi Perubahan Sosial dan Informasi” pada Minggu (7/6/2026) di Aula Kampus Mojo. Kegiatan ini diikuti 42 peserta secara luring dan 26 peserta secara daring melalui Zoom yang berasal dari mahasiswa FIKKIA, perguruan tinggi di Banyuwangi, serta perwakilan organisasi eksternal.

Melalui kegiatan tersebut, BEM FIKKIA UNAIR berupaya membentuk generasi muda yang mampu menjadi smart citizen, yaitu warga negara yang kritis, bijak dalam menyaring informasi, serta mampu menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Dalam sesi pemaparan materi, Drs. R. Agus Mulyono, M.Si. dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menjelaskan pentingnya kepekaan politik bagi generasi muda. Menurutnya, kepekaan politik tidak selalu identik dengan keterlibatan dalam politik praktis, tetapi lebih pada kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara serta kemampuan memahami dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.

“Kita perlu memiliki kepekaan politik, namun kepekaan politik bukan berarti harus menjadi anggota partai politik atau terlibat dalam politik praktis. Kepekaan politik adalah kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara serta kemampuan membaca dinamika yang terjadi di masyarakat,” ujar Agus.

Tantangan Informasi di Era Digital

Agus juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan politik. Kemudahan akses informasi tersebut di satu sisi memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain menghadirkan berbagai tantangan seperti hoaks, misinformasi, disinformasi, propaganda digital, ujaran kebencian, radikalisme, judi online, hingga kejahatan siber.

Pada sesi diskusi, Naili (AKUA 23) menanyakan bagaimana mahasiswa sebaiknya menyikapi berbagai isu yang beredar di media sosial, termasuk terkait membagikan kembali informasi atau isu politik yang sedang berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Agus menegaskan bahwa mahasiswa perlu bersikap kritis dan melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Menurutnya, membagikan kembali suatu isu politik diperbolehkan selama dilakukan secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta yang valid, serta tidak mengandung unsur provokasi maupun ujaran kebencian.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan, pengawas sosial, kekuatan moral, sekaligus calon pemimpin bangsa. Karena itu, kemampuan berpikir kritis dan menjunjung nilai-nilai Pancasila menjadi bekal yang penting dalam menghadapi arus informasi digital.

“Mahasiswa hendaknya memanfaatkan masa studi dan masa muda sebaik-baiknya sebagai bekal untuk meraih masa depan yang gemilang,” pungkasnya.

Penulis: Annisa Dwi Cahyani

Editor: Avicena C. Nisa

Tags:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like