Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Satellite Symposium ICOHS 2026 FIKKIA UNAIR Bahas Strategi Pencegahan Penyakit Jantung dan Ginjal

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Satellite Symposium dalam rangkaian International...

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Satellite Symposium dalam rangkaian International Conference of One Health Synergy (ICOHS) 2026 pada Jumat (16/10/2026). Bertempat di Aula Barong, Hotel Aston Banyuwangi, kegiatan ini membahas strategi pengelolaan Cardiovascular-Kidney-Metabolic (CKM), yaitu keterkaitan kesehatan jantung, ginjal, dan metabolisme tubuh.

Simposium ini terselenggara melalui kerja sama FIKKIA UNAIR dan Dexa Medica. Peserta kegiatan meliputi dokter dari sejumlah puskesmas di Banyuwangi, mahasiswa Program Studi Kedokteran FIKKIA UNAIR, serta mahasiswa internasional yang mengikuti program pengabdian masyarakat ICOHS.

Pengendalian Tekanan Darah dan Kolesterol

Materi pertama disampaikan oleh dr. Rizky Amalia, Sp.JP, melalui presentasi berjudul “Maximize Hypertension Control for Preventing CKM Focused in General Practitioner Professional”. Ia membahas pentingnya pengendalian tekanan darah untuk mengurangi risiko komplikasi yang memengaruhi kesehatan jantung dan ginjal.

Dalam pemaparannya, dr. Rizky menekankan bahwa pemantauan tekanan darah perlu disertai pemeriksaan faktor risiko lain, seperti fungsi ginjal, kadar gula darah, dan kolesterol.

“Pengendalian tekanan darah tidak cukup dilakukan dengan melihat angka tekanan darah saja. Kita juga perlu memperhatikan faktor risiko lain, seperti kadar gula darah, kolesterol, dan fungsi ginjal, agar risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal dapat dikenali lebih dini,” jelasnya.

Pemeriksaan menyeluruh membantu tenaga kesehatan mengenali risiko CKM dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi pasien. Pendekatan ini juga penting bagi dokter layanan primer dalam melakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

Pembahasan dilanjutkan oleh dr. Kurnia Alisaputri, Sp.PD., FINASIM, melalui materi “Starting Statin in Early Diagnosing CKM, Why It’s Matter?”. Ia menjelaskan peran statin, yaitu obat untuk menurunkan kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) dalam darah.

Pada pasien dengan indikasi yang sesuai, terapi statin dapat membantu menurunkan risiko kejadian kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Karena itu, identifikasi faktor risiko dan penanganan yang tepat menjadi bagian penting dalam pengelolaan CKM.

Menyesuaikan Pola Makan dengan Kondisi Pasien

Materi ketiga disampaikan oleh dr. Dara Hanifa Rahman, M.Biomed., AIFO-K, dengan judul “Role of Amino Acid in Diet Program for CKM Patients”. Ia membahas peran asam amino sebagai penyusun protein serta pentingnya menyesuaikan asupan protein dengan kebutuhan pasien.

Kebutuhan protein setiap pasien berbeda, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan ginjal. Pengaturan pola makan perlu mempertimbangkan tahap penyakit dan kondisi tubuh agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dengan memperhatikan kesehatan ginjal.

Diskusi Interaktif Bersama Peserta

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tiga peserta terpilih sebagai penanya terbaik, yaitu dr. Yos Hermawan dari Puskesmas Gambiran, dr. Muhammad Fathoni dari Puskesmas Benculuk, dan Haji Shabban, mahasiswa internasional asal Tanzania.

Diskusi tersebut memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan dan calon tenaga kesehatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan CKM dari berbagai aspek. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya mengenali risiko sejak dini, mengendalikan tekanan darah dan kolesterol, serta menyesuaikan pola makan dengan kondisi pasien.

Melalui simposium ini, FIKKIA UNAIR memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara praktisi kesehatan, akademisi, dan mahasiswa mengenai strategi pencegahan serta pengelolaan risiko penyakit jantung dan ginjal.

Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra

Editor: Avicena C. Nisa

Tags:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya