Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam

Tim Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR Periksa 20 Ternak di Desa Tamansari Banyuwangi

KABAR FIKKIA – Tim Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga memeriksa 20 ternak kambing...

KABAR FIKKIA – Tim Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga memeriksa 20 ternak kambing dan sapi milik 12 peternak di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari ICOHS Community Service One Health in Action untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ternak dan mendukung kesejahteraan hewan melalui praktik pemeliharaan yang sehat.

Dalam pelaksanaannya, tim didampingi Tridiganita Intan Sholikhah, drh., M.Si selaku dosen klinik veteriner untuk melakukan pendataan kondisi kesehatan ternak. Sebelum pemeriksaan, peternak mengisi kuesioner guna mengetahui tingkat pengetahuan mereka mengenai kesehatan hewan.

” Kami melakukan pemeriksaan dasar hewan ternak. Ada pemeriksaan fisik dan kondisi umum dibantu pemilik untuk mengetahui perilaku sehari hari hewan ternaknya.” Ungkap drh. Intan

Tim juga melakukan tindakan injeksi sesuai kebutuhan ternak dan prosedur yang berlaku. Rangkaian kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peternak untuk memahami pentingnya pemantauan kesehatan serta penanganan ternak yang tepat.

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Kesehatan Ternak

Kesehatan ternak berperan penting bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor peternakan. Kondisi ternak yang sehat mendukung kesejahteraan hewan, produktivitas usaha, dan keberlanjutan mata pencaharian peternak.

Pemeriksaan kesehatan fisik meliputi pengamatan, cek kondisi mulut dan gigi; mata, hidung dan telinga; bulu, kaki, dan kondisi tubuh. Pemantauan kesehatan tidak hanya diperlukan ketika ternak menunjukkan gejala sakit. Peternak juga perlu mengamati perilaku, nafsu makan, kondisi fisik, dan perubahan aktivitas hewan untuk mengenali kemungkinan gangguan kesehatan sejak dini.

Persiapan injeksi vitamin untuk ternak kambing. Sumber: Istimewa

Melalui kegiatan ini, peternak diharapkan semakin memahami pentingnya pemeriksaan rutin dan pemeliharaan ternak yang tepat. Komunikasi dengan tenaga kesehatan hewan juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan ketika ternak menunjukkan tanda gangguan kesehatan.

Wujud Nyata Penerapan One Health

Pemeriksaan kesehatan dan tindakan injeksi ternak ini sejalan dengan prinsip One Health, yaitu pendekatan yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Kesehatan ternak berkaitan dengan kesejahteraan hewan, keamanan pangan, serta potensi penularan penyakit tertentu.

Karena itu, pemeliharaan ternak yang sehat perlu didukung oleh pemantauan kondisi hewan, penanganan yang sesuai prosedur, dan pengelolaan lingkungan peternakan yang baik. Upaya tersebut dapat membantu peternak mengurangi risiko gangguan kesehatan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Melalui ICOHS Community Service One Health in Action, FIKKIA UNAIR menghadirkan penerapan prinsip One Health secara langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga memperkuat peran akademisi dalam berbagi pengetahuan dan mendukung peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan hewan.

Melalui kolaborasi dengan peternak lokal, kegiatan ini diharapkan mendorong praktik pemeliharaan yang lebih bertanggung jawab. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk mendukung kesehatan hewan, kesejahteraan masyarakat, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Penulis: Sabitha Helmi

Editor: Avicena C. Nisa

Tags:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya