KABAR FIKKIA – Musyawarah Cabang (muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi baru saja melaksanakan pemilihan ketua periode 2025-2028 pada Minggu (19/10/2025) di ASTON Hotel. Acara tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus pertemuan akademis sejawat dokter. Seminar Nasional bertema “Strategi Komprehensif Deteksi serta Penanganan Kardiomiopati Post Partum dan BBLR untuk Penurunan AKI dan AKB.” menjadi ajang ilmiah yang dihadiri dokter dari berbagai fasilitas pelayan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi.
Dua dosen Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) turut hadir sebagai narasumber utama. dr. Kurnia Alisaputri, Sp.PD., FINASIM, dan dr. Rizki Amalia, Sp.JP., FIHA,.
Materi Seputar Kesehatan Wanita dan Ibu Hamil
dr. Kurnia Alisaputri, Sp.PD., FINASIM menekankan pentingnya deteksi dan penanganan dini anemia untuk mencegah komplikasi maternal dan bayi baru lahir. Anemia merupakan kondisi penurunan jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin di bawah kebutuhan fisiologis tubuh. Secara global, anemia masih menjadi masalah kesehatan utama, khususnya pada wanita usia reproduktif dan ibu hamil. Berdasarkan WHO (2025), hanya 10% negara yang menunjukkan kemajuan signifikan menuju target penurunan anemia 50% pada tahun 2030. Di Indonesia, prevalensi tertinggi terjadi pada kelompok usia 15–19 tahun, dengan penyebab dominan defisiensi zat besi.

Gangguan Otot Jantung Pasca Kehamilan
dr. Rizki Amalia, Sp.JP., FIHA, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam mengenali tanda-tanda dini kardiomiopati peripartum guna mencegah kematian ibu. Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah gagal jantung dengan LVEF <45% yang muncul di akhir kehamilan atau pascapersalinan tanpa sebab lain. Kondisi ini meningkatkan risiko AKI, AKB, dan BBLR. Deteksi dini penting melalui identifikasi faktor risiko (usia ekstrem, hipertensi, multiparitas) dan gejala utama seperti sesak, edema, serta SpO₂ <95%.
Penanganan oleh Pregnancy Heart Team bertujuan menstabilkan hemodinamik dan mencegah kematian ibu-bayi. Terapi mengikuti prinsip gagal jantung dengan modifikasi kehamilan dan penggunaan bromokriptin pascapersalinan. Deteksi cepat dan tatalaksana terpadu terbukti menurunkan mortalitas dan memperbaiki prognosis.
Selain kedua dosen FIKKIA UNAIR Banyuwangi, seminar ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keilmuan, yaitu dr. Anggraeni Novitasari Ujiantingtyas, MH, dr. Andri Kurnia Wahyudhi, Sp.A, dan dr. Heru Purnomo Setiawan, Sp.OG(K), Subsp. Obgyngos, dengan dr. Mahresya Kamajaya, Sp.PD sebagai moderator.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan ilmiah para peserta, tetapi juga memperkuat jejaring profesional antara akademisi dan praktisi kedokteran di Banyuwangi. Peserta juga mendapatkan SKP IDI serta kesempatan memenangkan berbagai doorprize menarik, mulai dari tablet, healthy watch, hingga timbangan bayi digital.
Keterlibatan dosen FIKKIA UNAIR Banyuwangi dalam forum nasional seperti ini menjadi bukti nyata kontribusi institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan ibu dan anak di daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan pembaruan kepemimpinan IDI Banyuwangi, kegiatan ini diharapkan menjadi awal baru dalam penguatan sistem kesehatan daerah serta peningkatan kapasitas dokter di Banyuwangi untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Bayi (AKB).
Penulis: Tutut Ariyani
Editor: Avicena C. Nisa
