KABAR FIKKIA – 27 mahasiswa gelombang pertama pada Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi telah berhasil melaksanakan dan lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (UKM PPDH) yang diselenggarakan pada 25 – 26 Oktober 2025. Tercatat angka kelulusan bagi mahasiswa PPDH FIKKIA UNAIR pada ujian kompetensi tingkat nasional periode tersebut adalah sebesar 93,10 persen dalam ujian computer based test (CBT) dan 100 persen untuk ujian objective structured clinical examination (OSCE). Kabar membahagiakan itu datang melalui KPS PPDH Ratih Novita Praja, drh., M.Si. pada Rabu (05/11/2025) atau dapat diakses melalui website UKMPPDH.
Nilai Minimum CBT dan OSCE
Komite Nasional UKM PPDH mensyaratkan batas nilai minimum yang harus diperoleh peserta agar dapat lulus. Ujian computer based test memiliki batas nilai minimum yaitu 60. Artinya peserta minimal harus dapat mengerjakan 60 dari 100 soal secara benar dalam waktu 100 menit pengerjaan. Soal terdiri dari berbagai macam pertanyaan teoritis dan praktis yang menyesuaikan dengan isu terkini. Sebelum melaksanakan UKM PPDH, mahasiswa melakukan persiapan berupa try out CBT dan simulasi OSCE yang diselenggarakan oleh pihak internal fakultas maupun Komite Nasional.
Sedangkan untuk OSCE, peserta harus mendapatkan nilai minimal 250 dari 400 agar meraih predikat lulus. Artinya setiap peserta harus memperkirakan nilai OSCE.
Mereka harus berkomunikasi yang baik dengan klien. Anamnesa yang dilakukan juga mencakup pendalaman vaksinasi dan obat anti cacing terakhir, pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya, kondisi makan-minum, gejala terakhir, umur, dan breed. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Mulai dari temperatur, pulsus, respirasi, dan capillary rate time (CRT). Dilanjutkan dengan menawarkan pemeriksaan penunjang dan informed consent bila melakukan tindakan tertentu yang sensitif.
Peserta dapat memilih pemeriksaan yang sesuai dengan berbagai diagnosa banding yang mengarah pada diagnosa definitif. Biasanya peserta akan dapat memilih uji hematologi profil darah lengkap, hasil mikroskopis, test kit, kimia darah, scraping kulit, USG, X-Ray, dan penunjang lain. Setelah menemukan diagnosa definitif, peserta harus memberikan tindakan utama, edukasi pada klien, dan meresepkan obat yang sesuai dengan kebutuhan. Inti dari OSCE adalah peserta harus dapat melaksanakan prosedur pemeriksaan hingga tuntas dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur yang telah dipelajari semasa perkuliahan.
Mahasiswa Yang Lulus Penuhi Syarat Yudisium
Kelulusan UKM PPDH adalah salah satu hal terakhir bagi mahasiswa PPDH FIKKIA UNAIR agar memenuhi syarat yudisium. Titik awal permulaan dari seorang mahasiswa untuk dapat memperoleh gelar dokter hewan. Nantinya, mahasiswa yang telah diyudisium juga akan mengikuti sumpah dokter hewan sebagai acara seremonial mengesahkan dokter hewan muda menjadi seorang dokter hewan profesional.

Berdasarkan aturan yang diterapkan oleh Komite Nasional, bagi mahasiswa yang belum memenuhi nilai minimum baik pada CBT maupun OSCE harus mengulang UKM PPDH pada ujian yang mengulang saja (CBT atau OSCE atau keduanya). Termasuk melakukan pembayaran biaya ujian kembali sesuai ujian yang akan diikuti. Mahasiswa yang mengulang dapat menjadi peserta ujian pada universitas lain yang menyelenggarakan pada periode berikutnya. Setiap tahun, terdapat 4 kali proses penyelenggaraan UKM PPDH dengan lokasi yang berbeda tergantung dari jadwal dan hasil penentuan lokasi yang telah disetujui oleh Komite Nasional.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
