KABAR FIKKIA -Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga. Pada tahun ini, tiga kelompok mahasiswa berhasil lolos pendanaan kompetisi yang dislenggarakan Kemenristekdikti. Terdiri dari 2 kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan satu kelompok Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
PPK Ormawa yang diraih FIKKIA mengusung judul “SEJATI: Sekolah Jalinan Tangguh Intelektual sebagai Solusi Edukasi Inovatif Melalui Pojok Literasi Berbasis Socio-pedagogis untuk Mewujudkan Desa Cerdas Kendalrejo.” Program ini dipimpin oleh Dewi Roso Wulan (KESMAS 23). Inisiasi kolaboratif ini dilakukan bersama B-PHA, HIMAKUA, dan HMKU FIKKIA.
Auliya Mufidah selaku ketua B-PHA menyampaikan harapan agar semangat kolaboratif ini dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di lingkungan kampus. “PPK Ormawa bukan hanya tentang siapa yang mengusulkan, tapi bagaimana setiap Ormawa bisa saling melengkapi dan aktif menjawab persoalan nyata di masyarakat. Semoga ke depan semakin banyak Ormawa yang turut berkontribusi,” ujarnya.
Setelah dinyatakan lolos pendanaan, tim SEJATI kini memasuki masa transisi dari tahap perencanaan menuju implementasi di lapangan. Kegiatan ini mencakup konsolidasi tim, pematangan kurikulum dan modul pembelajaran, pembentukan pengurus pojok literasi, serta koordinasi dengan desa dan stakeholder terkait.
Sementara itu, dua kelompok PKM dari FIKKIA juga berhasil meraih pendanaan nasional. Dua tim tersebut adalah:
- PKM-RE : Inovasi Bioscaffold Sekretom Stem Cell Berbasis Ch-NP Teremediasi CUR-Zn untuk Regenerasi Luka Bakar Derajat III, dengan ketua Ryan Tafiqurrahman (KH 23)
- PKM-RSH : Studi Evaluasi Komparatif: Dampak Penobatan Status Berbeda UNESCO Global Geopark Ijen dan Geopark Nasional Bojonegoro terhadap Masyarakat Lokal, dengan ketua Bey Fitria
Kelompok kedua merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa FEB dan FIKKIA. Diza mengajak mahasiswa FIKKIA agar tidak takut mencoba dan terus menjaga semangat.
“Ikut PKM memang tidak mudah. Tapi ini adalah wadah untuk mengasah diri, bekerja dalam tim, dan mengaplikasikan ilmu untuk masyarakat. Fokuslah pada proses dan jangan mudah menyerah,” pesan Diza.
Sejalan dengan itu, Pembina Kemahasiswaan FIKKIA Bapak Faisal Fikri, drh., M.Vet., memberikan apresiasi dan dukungan penuh.
“Kami berharap tim-tim yang lolos dapat bertahan melalui tantangan selama masa pelaksanaan program dan PKP2. Harapannya, tahun ini FIKKIA bisa lolos ke PIMNAS dan meraih medali emas pertama sebagai pemecah rekor.” ungkapnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FIKKIA mampu berkontribusi langsung melalui riset dan pengabdian yang berdampak di masyarakat.
Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Avicena C. Nisa
