FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

598 Pelari Ramaikan FIKKIA Run 7.0K

KABAR FIKKIA – Melanjutkan kemeriahan dies natalis ke-70 UNAIR, 10 tahun UNAIR di Banyuwangi, dan sekaligus Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 60, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) menyelenggarakan FIKKIA RUN 7.0K. Acara lari sejauh tujuh kilometer (7 km) tersebut berhasil menjadi magnet para pelari dari berbagai daerah di Banyuwangi. Dekan FIKKIA Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp. U (K) didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Sugira membuka kegiatan dengan penuh semangat. Acara lari bertujuan mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mulai aktif bergerak dan berkegiatan fisik.

Pembukaan oleh Dekan FIKKIA dan Wakil Bupati Banyuwangi. Foto: UKIP

“Hari sebelumnya, FIKKIA juga menyelenggarakan seminar kesehatan untuk umum. Ini menjadi sarana memperkenalkan FIKKIA UNAIR kepada khalayak umum. Bahkan kini telah dibuka Prodi Kedokteran di Banyuwangi.” Ujar Prof Tojo

Lari dimulai di Kampus Giri pada Minggu (01/12/2024) pukul 06.00 melewati jalanan Kota Banyuwangi. Cuaca mendung dan rintik hujan menambah antusias dan optimisme pelari menyelesaikan rute hingga finish kembali ke Kampus Giri.

Rute Tanjakan yang Menantang

Topografi Banyuwangi yang dekat dengan pantai dan gunung membuat jalur lari yang dilewati agak istimewa. Memasuki kilometer 2,  pelari melewati kawasan persawahan yang menguning. Rute berlanjut ke arah timur menuju kawasan RSUD Blambangan, Taman Sri Tanjung dan Masjid Agung Baiturrahman dengan trek menurun. Kesempatan ini digunakan pelari untuk memaksimalkan kekuatan dan kecepatannya. Diiringi gerimis sedang dan angin sepoi, mereka menikmati cuaca sejuk Banyuwangi pagi itu.

FIKKIA RUN 7.0K 2024 diikuti kalangan berbagai usia. Foto: UKIP

Tantangan mulai terlihat di kilometer 5 selepas memasuki kawasan Perliman. Pada rute lurus tersebut, jalan menanjak penuh hingga kembali ke Kampus Giri. Tak sedikit pelari yang mulai berjalan cepat dengan nafas sedikit tersengal. Fakhri salah satu pelari mengungkapkan, 2 kilometer merupakan rute terberatnya.

“Rutenya mantap, menuju akhir makin menanjak. Makin terasa saat lewat depat Kampus Kedokteran yang ada water station. Rasanya makin deg degan menuju garis finish.” Ungkap pelajar SMA tersebut.

Kategori Male dan Open Female

FIKKIA RUN 7.0K dibuka untuk umum dan pelajar. Penyelenggara telah membuka pendaftaran sejak awal November untuk melihat talenta pelari muda Banyuwangi. Peserta mulai dari anak anak, remaja, alumni, hingga komunitas lari berkumpul pada pagi itu. Cut off time yang disediakan panitia adalah 120 menit. Waktu tersebut dirasa cukup menjaring antusias pelari pemula. Panitia juga menggandeng Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Banyuwangi untuk memastikan pencatatan waktu dan penentuan pemenang sesuai dengan peraturan.

Penyerahan medali dan hadiah oleh Bupati Banyuwangi dan Dekan FIKKIA. Foto: UKIP

Panitia penyelenggara membuka kategori juara best dan runner up open female, dan best dan runner up open male. Best open male diraih oleh Habib Tiour dengan catatan waktu 24 menit 39 detik. Sedangkan best open female diraih oleh Aura Nazwa dengan catatan waktu 37 menit 37 detik. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan langsung hadiah dan medali kepada para pemenang.

“Pemkab mengapresiasi event kesehatan semacam ini. FIKKIA RUN telah memberi edukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.” Kata Bupati Ipuk

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Health Well Being.

Dokumentasi FIKKIA RUN dapat dilihat pada tombol :

Penulis: Avicena C. Nisa

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *