BERITA SIKIA – Organisasi mahasiswa menjadi wadah pengembagan diri civitas akademika yang belajar dalam institusi perguruan tinggi. Mahasiswa Universitas Airlangga tentu memiliki banyak wadah ormawa untuk siap dijadikan kendaraan bagi mereka yang ingin mengembangkan diri lewat media itu.
Hal tersebut juga yang dijadikan salah satu topik utama dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Airlangga tahun 2023. Kegiatan hari kedua diisi dengan materi Organisasi Mahasiswa di tingkat universitas yang dilaksanakan pada hari Sabtu(19/8/2023). Bertempat di Auditorium Chandradimuka Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus UNAIR Mulyorejo Kota Surabaya, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga menghadirkan berbagai perwakilan ormawa yang telah ditetapkan panitia universitas. Mereka menyampaikan materi tersebut bagi mahasiswa baru yang hadir dari berbagai program studi sesuai dengan pembagian ruang oleh DITMAWA UNAIR.
Help Desk UNAIR
Dipandu langsung oleh Dilla Chelsea Aziizahrani Santoso dari Program Studi Kedokteran Hewan SIKIA angkatan 2022, mahasiswa baru dari berbagai fakultas dan program studi kembali hadir mengikuti kegiatan PKKMB. Materi pertama terkait dengan Help Center yang merupakan salah satu unit pengaduan dan konsultasi bagi mahasiswa apabila menghadapi permasalahan dalam kehidupan perkuliahan. Materi tersebut disampaikan oleh Jayanti Dian Eka Sari S.KM., M.Kes dari Departemen EBIOP, Divisi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Program Studi Kesehatan Masyarakat SIKIA UNAIR. Beliau menjelaskan Help Center UNAIR tak hanya sebatas tempat pengaduan saja, namun juga sebagai pusat rehabilitasi dan pemecahan masalah yang terbuka bagi civitas akademika unair. Terutama dalam memulihkan dan membentuk kembali kesehatan mental dengan tetap menjaga privasi.
Materi Ormawa Universitas
Materi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR dilakukan oleh Robiah Al Aminah selaku perwakilan BEM UNAIR yang berasal dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST). BEM UNAIR merupakan organisasi otonom di tingkat universitas yang menjadi penggerak kemajuan kegiatan kemahasiswaan melalui penyelenggaraan acara yang inovatif dan bermanfaat bagi civitas akademika maupun masyarakat. Badan Eksekutif tak lengkap tanpa hadirnya lembaga pengawasan dan legislasi yang mendampinginya. Selanjutnya materi Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) disampaikan oleh Agsi Jihad Sakti yang berasal dari Fakultas Vokasi (FV) UNAIR. DLM merupakan organisasi dengan fungsi legislatif mahasiswa yang dalam bidang advokasi dan pengawasan organisasi eksekutif yang sedang berjalan dalam periode tersebut.

Dalam pengembangan minat dan bakat, FORKOM hadir mewadahi berbagai unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dalam berbagai bidang. Mulai dari kegiatan keagamaan, olahraga, seni, hingga beladiri. Materi tersebut disampaikan oleh I Kadek Pasek Kusuma yang berasal dari FST UNAIR. Tantangan mahasiswa adalah dengan mengendalikan kehidupan pribadinya dari pengaruh buruk, termasuk narkoba, psikotropika, dan zat yang menyebabkan ketergantungan. Oleh karena itu Earlynda Hafizhah dari UKM MAPANZA memberikan materi terkait NAPZA.
Rasa cinta tanah air menjadi kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia. Sebagai akademisi, hal tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan kampus yang mengedepankan nasionalisme dan toleransi antar mahasiswa. Materi tersebut terangkum dalam topik Bela Negara yang dibawakan oleh Ferry Fajar Nugroho yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Terakhir adalah penyampaian materi Jiwa Korsa disampaikan Oleh Ahmad Farhan Setiawan dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Hal tersebut merupakan pengenalan bagi mahasiswa agar dapat mampu beradaptasi dan memiliki ikatan satu dengan lainnya. Sehingga mereka dapat bekerja sama dengan baik dalam dunia perkuliahan maupun melangkah ke jenjang professional.
Penulis: Frency Imanuel
Editor: Avicena C. Nisa
