FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

International Workshop BICS, SIKIA Unair Bawakan Model Program  Pengabdian kepada Masyarakat Berkelanjutan

BERITA SIKIA – Workshop Banyuwangi International Cultural Heritage & Community Services (BICS) kolaborasi Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) dan Fakultas Sains Teknologi (FST) UNAIR diselenggarakan hybrid di Ballroom Aston Hotel Banyuwangi pada Kamis (07/09/2023). Pada International workshop yang dihadiri oleh sejumlah akademisi dalam dan luar negeri tersebut SIKIA berkesempatan mempromosikan bagaimana membangun komunitas akademis berkelanjutan. Dosen Kesehatan Masyarakat Susy Katikana Sebayang, SP., Msc.,PhD. dengan bangga memaparkan Best Practice for Improvement Sustainability Campus in SIKIA-UNAIR Banyuwangi Regency. Materi yang disampaikan dosen bidang biostatistika dan kependudukan tersebut menjelaskan tentang detail program berkelanjutan tiga program studi yang ada di SIKIA. Pembicara lain yang juga diundang diantaranya:

  1. Prof. Win Darmanto, M.Si., Ph.D, guru besar bidang biologi molekuler dan teratology yang membawakan materi “Community Empowerment in Urban Area through Life on Land Aspect: Best Practices”.
  2. Prof. Dr. Dra. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.S, guru besar dari Program Studi Kimia yang membawakan materi “Sustainable International Community Development”.
  3. Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M, ketua UI GreenMetric World University Rankings dengan pemaparan “Community Development for Sustainability Campus”
  4. Andi Hamim Zaidan, M.Si, Ph.D, pakar nanoteknologi UNAIR “Community Services in Coastal Area Towards SDGs”

Penerapan Strategi Kolaborasi Pentahelix

SIKIA bersama pemerintah Kabupaten Banyuwangi, komunitas masyarakat, media, pengusaha, dan lembaga akademik lain berkolaborasi demi mewujudkan dan memastikan keberlanjutan program kerja akademis berkelanjutan. Mahasiswa di SIKIA UNAIR tidak hanya diajar oleh dosen akademisi saja. Transfer pengetahuan di bangku kuliah juga dilakukan oleh praktisi industri dan komunitas dimasing-masing bidang. Sehingga mahasiswa dan dosen selalu memperbarui keilmuan dan keahlian yang sedang dibutuhkan masyarakat dan industri.

Di bidang konservasi, SIKIA telah lama bekerjasama dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) sebagai upaya pelestarian penyu. Inkubator buatan hasil inovasi dengan BSTF telah membantu penetasan tukik sehat yang siap dilepas ke alam liar. Komikat konservasi yang lahir dari PPK- Ormawa turut membantu warga Desa Tamansari Kecamatan Licin membudidayakan dan mengolah tanaman obat disana menjadi produk bernilai ekonomis. PPK-Ormawa HMKH x HIMAKUA bersama warga Desa Telemung Kecamatan Wongsorejo juga melakukan pendataan ternak kambing demi mendukung kelanjutan aplikasi digital recording. Tentunya keberhasilan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang mendukung dan percaya pada program SIKIA UNAIR.

Baca juga: SIKIA UNAIR Bentuk Kader Wanita dalam Pengelolaan Sampah di Pulau Santen

Begitu juga kolaborasi dengan desa dan komunitas di Banyuwangi yang bermitra dengan SIKIA. Pengabdian dan pendampingan kepada masyarakat yang berkelanjutan terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Kolaborasi internasional terus dilakukan melalui program student dan staff inbond / outbond. Program integrasi yang dilakukan dengan kampus mancanegara menjadi wadah pertukaran budaya Banyuwangi.

Penulis: Jasmine Indah

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *