FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Peserta BICS Mengenal Klinik Hiu bersama SIKIA

BERITA SIKIA – Rangkaian kegiatan Banyuwangi International Cultural Heritage & Community Services (BICS) kolaborasi Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) dan Fakultas Sains Teknologi (FST) UNAIR telah sukses diselenggarakan. Jumat (08/09/2023) peserta BICS yang hadir di Banyuwangi melakukan kunjungan ke Klinik Hiu yang berlokasi di Bangsring Underwater. Bangsring Underwater merupakan destinasi ekowisata berbasis konservasi ikan dan terumbu karang yang dikelola nelayan Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Kegiatan BICS mendukung SDGs poin 14 Life Bellow Water dan poin 17 Partnership For The Goals. Mahasiswa asing peserta BICS bersama SIKIA belajar mengenai peran hiu dalam rantai ekosistem laut dan upaya perawatan hiu yang tidak sengaja tertangkap nelayan. Serta komitmen komunitas nelayan bangsring untuk tidak menjadikan hiu sebagai satwa hasil tangkap.

Kunjungan ke Klinik Hiu bertujuan untuk mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem bawah laut. Disana peserta BICS juga berkesempatan berenang dan mempelajari tingkah laku hiu. Hiu di Bangsring Underwater adalah jenis Hiu sirip hitam (Carcharhinus limbatus) yang biasa ditemui diperairan dangkal. Shark Clinic merupakan tempat rehabilitasi sementara bagi hiu hiu di perairan selat Bali yang tidak sengaja tertangkap oleh jaring nelayan. Umumnya kondisi hiu yang tertangkap dalam keadaan luka atau stress. Disinilah hiu tersebut di karantina dan diobati sampai hiu siap untuk di lepas kembali ke perairan.

Meskipun hiu di keramba konservasi Bangsring Underwater sudah jinak, namun peserta dihimbau untuk tetap berhati-hati, tenang dan tidak agresif. Maraknya perburuan hiu oleh manusia untuk bahan pangan maupun kepentingan lain sangat tidak dibenarkan. Sebagai bagian dari komunitas masyarakat peserta BICS diharapkan turut aktif menyuarakan kesadaran dan kepedulian terhadap ekosistem laut dan biota dibawahnya, terutama hiu.

Peran Hiu dalam Ekosistem Laut

Hiu memegang peran penting dalam menjaga system ekologi laut. Sebagai puncak rantai makanan dilautan hiu berperan menjaga keseimbangan populasi biota laut. Hewan megafauna terebut mencari makan dengan memangsa biota yang lebih kecil darinya. Apabila keberadaan Hiu dilaut berkurang maka terjadi dominasi populasi satwa laut didalamnya. Over populasi ini  mengakibatkan rusaknya rantai makanan ekosistem laut.

Dosen manajemen lingkungan akuatik Prodi Akuakultur SIKIA Unair, Suciyono, S.St.Pi., M.P. mencontohkan, bagaimana Hiu menjadi kontrol populasi laut. Beliau mencontohkan bagaimana rantai makanan rusak akibat menurunnya ikan hiu secara sederhana.

Hiu memakan ikan kerapu, ikan kerapu makan ikan kecil pemakan alga. Jika keberadaan hiu turun, maka populasi ikan kerapu meningkat, yang otomatis menurunkan populasi ikan pemakan alga. Disini populasi alga jadi tinggi, karena ikan kecil pemangsanya berkurang. Akibatnya terumbu karang harus bersaing dengan alga untuk mendapatkan nutrisi yang jumlahnya semakin berkurang. Gangguan rantai makanan ini mengakibatkan berkurangnya terumbu karang di lautan. Apabila jumlah terumbu karang menurun, ikan-ikan yang hidup dan tinggal di sekitar terumbu karang juga ikut berkurang.

“Itu hanya contoh rantai makanan sederhana yang berdampak besar pada keseimbangan ekosistem laut” jelas Suciyono

Dosen pendamping BICS itu menambahkan hiu juga memiliki peran penting dalam kegiatan ekowisata. Kegiatan wisata bahari yang melibatkan ikan hiu menghadirkan pengalaman istimewa bagi wisatawan. Kehadiran wisatawan secara otomatis mendatangkan keuntungan ekonomi yang mendukung pengembangan konservasi dan pariwisata.

Penulis: Jasmine Indah

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *