BERITA SIKIA – Ikatan Alumni Perikanan (IKAPARI) UNAIR kembali mengadakan webinar bertajuk kabar alumni yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada Minggu, (10/09/2023). Kegiatan yang diprakasai oleh para alumni akuakultur ini merupakan agenda rutinan yang diadakan guna menjalin persaudaraan antar mahasiswa dan para alumni akuakultur SIKIA UNAIR. Topik pembahasan pada kegiatan ini merujuk pada tukar informasi terkait pekerjaan dan kehidupan kampus dari kakak-kakak alumni, dengan tema yang berbeda-beda tiap sesinya.
Kabar alumni kali ini membahas seputar laboratorium tambak udang dengan mengundang Dinda Yuni Istanti, S.Pi. Narasumber merupakan alumni akuakultur angkatan 2017 yang saat ini bekerja sebagai analis laboratorium di tambak udang PT. Sidojoyo Wutama. Turut hadir pula Nurita Wahyuni, S.Pi., alumni akuakultur angkatan 2014 sebagai pemandu jalannya acara. Webinar turut diramaikan dengan mahasiswa aktif akuakultur mulai dari angakatan 2020 sampai 2023 dan para alumni angkatan 2014-2019.

Foto: Istimewa
Pada kesempatan ini Dinda Yuni membagikan pengalaman dan pengetahuannya seputar dunia kerja sebagai laboran tambak udang dan turut pula membagikan tips and trick selama menjadi mahasiswa.
Menjadi seorang laboran merupakan salah satu pekerjaan yang menantang. Profesi ini dituntut untuk teliti dan selalu hati-hati. Bahkan sebagai seorang laboran analis di tambak udang ia menyampaikan bahwa harus terus-menerus belajar dan mengikuti trend perkembangan terkait perikanan.
“Dulu anti banget kalau tentang laboratorium, sampai pernah gamau banget bekerja di laboratorium. Namun sepertinya memang rezekinya bekerja di laboratorium”, ujarnya
Dinda menjelaskan bahwa kegiatan selama perkuliahan sangat membantu untuknya saat bekerja. Pengalaman menjadi asisten dosen dan berorganisasi saat berkuliah, sangat membantu Dinda dalam manajemen waktu, leadership, mendapat networking, menambah pengalaman yang dapat disajikan saat berhadapan dengan HRD, dan bahkan mengasah kemampuan public speaking. Menjadi laboran merupakan pekerjaan yang cukup mengasyikkan dan dapat menjadi wadah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuan teknologi baru.
“Karena menjadi seorang laboran juga dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Contohnya ketika ada teknologi baru yang digunakan untuk mengukur kualitas air, ya kita harus mempelajari dan bisa menerapkannya”, jelasnya.
Kegiatan laboran tambak udang setiap harinya hampir sama. Pagi hari sekitar pukul 05.30 di mulai dengan menghitung bakteri dan laporan hasil perhitungan. Kemudian cek sampel air petakan yang meliputi titrasi TOM, titrasi CA, titrasi alkali, dan cek kualitas air menggunakan test kit, cek salinitas, serta plankton yang ada di air tersebut. Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan biasanya dilakukan di hari sebelumnya untuk mempercepat kerja.
Di akhir sesi, Dinda memaparkan susah senangnya bekerja sebegai seorang laboran. Menurutnya, menjadi seorang laboran utamanya laboran lapang di tambak udang, harus siap menerjang terik matahari setiap harinya untuk melakukan cek kualitas air petakan. Namun, banyak kesenangan yang juga didapatkan, seperti dapat mempelajari banyak hal dan gaji yang juga cukup.
“Sebagai motivasi, mungkin untuk gaji seorang laboran di tambak udang di atas UMR dan biasanya mendapatkan bonusan saat selesai panen yang dapat mencapai 2 digit”, pungkasnya.
Penulis: Leni Mei Ristin
Editor: Avicena C. Nisa
