BERITA SIKIA – Direktorat Sistem Informasi dan Digitalisasi Universitas Airlangga (DSID) menyelenggarakan workshop peningkatan kesadaran keamanan siber dan pembentukan tim tanggap respon keamanan siber. DSID mengundang seluruh KIH dan Unit SIstem Informasi di setiap fakultas, sekolah, badan, dan lembaga untuk memperkuat sistem infotmasi di masing-masing unit kerja. Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) mengirimkan perwakilan pengelola KIH untuk menghadiri woekshop tersebut. Workshop diselenggarakan di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (14/09/2023) menggandeng sejumlah instansi dan stakeholder untuk meningkatkan visibilitas keamanan siber di lingkungan Universitas Airlangga. Pagi hari itu juga menjadi momen kerjasama DSID dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Foto: Penulis
Workshop keamanan siber mengundang empat narasumber ahli diantaranya Manggala Informatika BSSN Adi Himawan, S.Sos., M.M; Bidang Keamanan Siber BSSN Mohammad Fauzi, IT Infrastructure RSUA Ridwan Annas; dan Andry Yudianto. Acara dibuka oleh Direktur Sistem Informasi dan Digitalisasi Yunus Abdul Halim, S.Si., M.Kom.
“Kita perlu memperkuat system keamanan website dan database yang ada di UNAIR. Apalagi saat ini marak terjadi pembajakan akun dan spam dari provider slot judi online, maupun konten lain yang bertentangan dengan nilai-nilai Universitas Airlangga. Tentunya kami tidak ingin hal itu terjadi” ucapnya
Materi pertama disampaikan oleh Adi Himawan. Adi menyampaikan materi seputar keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Dalam presentasinya ia menjelaskan macam bentuk serangan siber yang bisa menyerang institusi maupun perseorangan. Keamanan siber penting dilakukan untuk melindungi seluruh lapisan ruang siber dan aset informasi dari serangan siber yang bersifat teknis maupun sosial. Regulasi keamanan informasi dan siber telah tertuang dalam amanah Undang-undang yang telah dijamin Negara.
Mohammad Fauzi sebagai narasumber kedua menjelaskan materi perihal analisa dan penanganan celah keamanan siber. Dalam materinya ia berbagi tips bagaimana berselancar internet yang aman serta meningkatkan keamanan perangkat komunikasi.
“Salah satu cara yang paling mudah yaitu selalu update password dan melakukan backup data secara berkala. Ini sebenarnya mudah, tapi belum rutin dilakukan.” pungkasnya
Pemateri ketiga Andry Yudianto menjelaskan tentang penguatan server agar terlindung dari serangan siber. Ia menyampaikan kepada seluruh KIH UNAIR yang hadir agar dapat mengenali system server unitnya. Hardening bermanfaat untuk mengamankan asset dan sumberdaya, dan mengurangi risiko penyalahgunaan server.
Menuju akhir sesi, pemateri keempat Ridwan Annas mengajak seluruh KIH untuk melakukan evaluasi kondisi keamanan server dan sibernya. Pengelola KIH harus mengenal kondisi server dan sibernya agar tahu cara kerja, celah, dan upaya penanganan terhadap problem yang terjadi saat ini dan masa mendatang. Oleh karena itu koordinasi dan monitoring system terus dilakukan untuk menghindari gangguan dan serangan siber yang tidak diinginkan.
Penulis: Jasmine Indah
Editor: Avicena C. Nisa
