FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa SIKIA Belajar Kolaborasi One Health

BERITA SIKIA – Kolaborasi menjadi kunci kesuksesan, itulah salah satu ungkapan yang sering terdengar dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Secara nyata, ungkapan tersebut juga menjadi salah satu bagian penting latar belakang penyelesaian permasalahan. Dengan diversitas ilmu yang berkembang, lini kesehatan menjadi fokus utama mendukung keberlanjutan makhluk hidup. Dukungan civitas akademika terwujud dalam pengembangan dan implementasi One Health sebagai kunci kesuksesan kontrol kesehatan global tersebut.

Langkah tersebut juga mendorong mahasiswa Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi kembali mengikuti kegiatan One Health Student Club (OHSC) Batch 4 di Lembaga Penyakit Tropis pada Sabtu (9/9/2023). Dalam kelas ketiga yang diselenggarakan oleh Airlangga Diseases Prevention and Research-One Health Collaborating Center (ADPRC-OHCC) tersebut, Dr Atik Choirul Hidajah dr., M.Kes dan  Dr Corie Indria Prasasti S.KM M.Kes bertindak sebagai pemateri yang memberikan penjelasan lengkap terkait pengaruh antara zoonosis dengan lingkungan yang berkaitan satu dengan lainnya.

Kolaborasi Tingkatkan Keberhasilan

Zoonosis disebabkan berbagai keterkaitan yang dihadapi oleh perkembangan kesehatan masyarakat, dilatarbelakangi dinamisme global. Pengaruh lingkungan secara nyata sangat mempengaruhi perkembangan infeksi global antara manusia dan hewan maupun sebaliknya. Zoonosis sendiri dapat terjadi karena faktor host, agent, dan lingkungan yang berkembang mendukung kemampuan patogen untuk terdistribusi. Sejarah besar zoonosis telah terukir kembali dengan terjadinya pandemi Covid-19 secara global. Gambaran ketiga faktor tersebut sangat mempengaruhi mutasi virus tersebut dari setiap daerah yang berbeda dengan gejala klinis berlainan.

Dr Atik memaparkan bagaimana siklus penyakit zoonosis menjadi sebuah pandemi

Keterkaitan hubungan antara dinamisme lingkungan dan zoonosis tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat umum. Masyarakat berperan serta mendukung fluktuasi lingkungan yang berdampak pada kesehatan. Mulai dari perkembangan polusi, peningkatan suhu global, hingga pencairan es kutub. Sehingga peranan kolaborasi antar sektor menjadi solusi yang harus diwujudkan.

Dalam kelas tersebut, mahasiswa SIKIA terdistribusi menjadi empat kelompok berbeda dengan anggota dari berbagai program studi yang berbeda. Mereka belajar berkolaborasi dengan mendapatkan beberapa kasus yang harus dianalisis dan dipecahkan. Menariknya pada kelompok 4 yang termasuk Muhammad Ridwan dan Gilang Avrilio Akbari dari Program Studi Kesehatan Masyarakat SIKIA, Angkatan 2022 memberikan gagasan unik. Mereka memberikan gambaran menabung sampah yang dapat ditukarkan dengan Satuan Kredit Prestasi (SKP) di lingkungan Universitas Airlangga. Program tersebut menjadi upaya  menjaga kebersihan lingkungan secara sirkular dan berkelanjutan dari tingkat perguruan tinggi.

Baca juga: Mahasiswa SIKIA Ikuti One Health Student Club Airlangga Batch 4 di Lembaga Penyakit Tropis

Penulis: Frency Imanuel

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *