FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Temu Kenal Dosen Kedokteran di Kampus FIKKIA UNAIR

KABAR FIKKIA – Kehadiran program studi Kedokteran di kampus Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) mengukuhkan peran Universitas Airlangga di bumi Blambangan. Pendirian Prodi Kedokteran telah direalisasi dan telah memasuki tahap awal akreditasi. FIKKIA UNAIR menghadirkan pengajar dari Fakultas Kedokteran (FK) ke Kampus Mojo pada Senin (04/12/2023). Kedatangan dosen Kedokteran ke FIKKIA adalah sebagai bentuk pengenalan lingkungan kampus Banyuwangi, sekaligus visitasi perlengkapan sarana prasarana.

Kedatangan dosen Kedokteran disambut oleh Wakil Dekan dan tenaga kependidikan yang turut mendampingi visitasi. Selain dosen FK, calon dosen dari kalangan dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit di Banyuwangi. Pada momen tersebut, diperkenalkan secara resmi Irfiansyah Irwadi, dr., M.Si. sebagai Koodinator Program Studi Kedokteran FIKKIA UNAIR.

Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Rahardian Indarto Susilo, dr., Sp.B.(K) menyampaikan, bergabungnya dosen FK dengan formasi pengajar FIKKIA untuk mengadopsi semangat kampus Kedokteran di Surabaya. FK sebagai role model diharapkan dapat menumbuhkan atmosfer akademik kampus kedokteran di FIKKIA.

Agenda dibuka dengan pembacaan profil masing –masing dosen dan pengenalan tenaga kependidikan. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi pemantapan konsep travel medicine yang menjadi keunggulan prodi Kedokteran FIKKIA. Pendalaman konsep travel medicine diperlukan untuk menyamakan presepsi dan penyusunan dokumen akedemik kurikulum prodi.

Dr. Rahardian Indarto Susilo, dr., Sp.B.(K) pimpin visitasi ke ruang keterampilan medik dan laboratorium fisiologi dan farmakologi. Sumber: UKIP

Kedatangan dosen kedokteran ke kampus FIKKIA dilanjutkan dengan visitasi sarana prasarana. Tempat pertama yang menjadi fokus pada hari itu adalah laboratorium. Wakil Dekan Bidang Non Akademik Dr. Mufasirin, drh., M.Si telah berkoordinasi dalam pengelolaan dan penataan laboratorium. Laboratorium yang dikoreksi antara lain laboratorium biokimia, patologi anatomi, anatomi, histologi dan biomedik, fisiologi dan farmakologi, dan ruang keterampilan medik.

Kusuma Eko Purwantari, dr.,M.Si. bersama Dr. Mufasirin, drh., M.Si melakukan pemeriksaan IPAL. Sumber: UKIP

Terdapat koreksi dan penyesuaian penataan laboratorium. Baik dari segi tata letak, pencahayaan, alur mobilitas dalam laboratorium, hingga  pengaturan instalasi pengelolahan air limbah (IPAL). Fithriyah Cholifatul Ummah, dr., M.Med.Ed menyarankan untuk memasang alat laboratorium yang sudah ada pada tempatnya. Ini dilakukan agar segera dilakukan uji coba penggunaan alat dan laboratorium. Sehingga kekurangan akan cepat diketahui. Kemudian beliau menambahkan, penggunaan laboratorium terpadu yang sudah ada di Kampus Giri dan Sobo. Ini dikarenakan Ilmu Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Kedokteran Hewan dalam rumpun ilmu yang sama. Kedepannya ada matakuliah yang beririsan dan erat berkaitan dengan dua prodi yang sudah ada.

Tak hanya visitasi di Kampus Mojo, dosen kedokteran melanjutkan perjalanan ke Kampus Giri dan Sobo untuk melihat kesiapan laboratorium terpadu disana.

Penulis: Avicena C. Nisa

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *