FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

FIKKIA Berikan Kuliah Tamu di School of Veterinary Medicine, Central Mindanao University

KABAR FIKKIA – Berkunjung ke Central Mindanao University (CMU) Filipina, Civitas Akademika Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga membagikan pengalaman akademisi veteriner Indonesia dalam upaya riset dan konservasi veteriner. Dalam kuliah Tamu yang bertajuk International Seminar on Advances in Veterinary Health: “Unveiling Innovative Solutions for Surra and Sparganosis” yang diselenggarakan oleh College of Veterinary Medicine pada Jumat (17/11/2023) pukul 1 siang waktu setempat. Kuliah tamu internasional tersebut dihadiri langsung oleh puluhan civitas akademika dari kalangan dosen maupun mahasiswa di Hall College of Veterinary Medicine-CMU.

Bertindak sebagai pemateri pertama, Aditya Yudhana, drh., MSi memberikan kuliah tamu bertemakan “Sparganosis (Spirometra spp.) a neglected Zoonotic Disease in Wild Animal: Current Knowledge and Future Perspectives.” Dosen dan periset parasitologi veteriner itu menjelaskan temuannya terkait salah satu parasit helminth jenis cestoda tersebut pada beberapa hewan liar. Infeksi tersebut dapat menyebabkan nodul pada musculus penderita dan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Spirometra sendiri menjadi penyebab infeksi sparganosis yang bersifat zoonosis dan seringkali terabaikan. Potensi zoonosis dapat terjadi pada pemilik hewan terinfeksi, pemburu liar, maupun pengkonsumsi hewan liar.

Pemateri Kedua, Dr. April Wardhana membagikan kuliah tamu dengan judul “Development of Biosensor for Serogical Detection of Surra Caused by Trypanosoma Evansi.” Periset dari Pusat Veteriner BRIN yang bekerjasama dengan FIKKIA itu mengemukakan salah satu inovasi deteksi serologis Surra yang dibuatnya. Alat tersebut sangat membantu dalam mendeteksi kasus Surra yang menyebabkan kerugian ekonomi akibat kematian hewan terutama satwa eksklusif seperti kuda di Wilayah Sumba.

Illiyin kenalkan Selaginella celup, produk Komikat Konservasi FIKKIA UNAIR. Sumber: Istimewa

Pemateri Ketiga, Gusti Ayu Illiyin Putri Santosa memberikan topik “The Role of Indonesia Veterinary Medicine Students on One Health and Conservation.‘ Sebagai mahasiswa Kedokteran Hewan di Banyuwangi, dirinya membagikan kisah perjalanannya dalam upaya menjaga biodiversitas alam lewat konservasi dan One Health. Lewat PPK Ormawa Komikat Konservasi, dirinya telah membersamai tim tersebut menggerakkan masyarakat lokal dari Desa Tamansari, Banyuwangi untuk melakukan konservasi tanaman herbal yang khas ditemui didaerah Gunung Ijen tersebut. Upaya itu sejalan dengan status dirinya sebagai mahasiswa One Health Student Club Airlangga yang turut menguatkan kesehatan lingkungan dalam menjaga stabilitas kesehatan hewan maupun manusia. Oleh karena itu, Illiyin terus mengobarkan semangat kerjasama dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Sumber: Istimewa

Tak hanya ketiga narasumber yang hadir dalam kesempatan kuliah tamu internasional itu. Delegasi FIKKIA UNAIR seperti Dr Mufasirin drh MSi (Wakil Dekan Non Akademik FIKKIA), Bodhi Agustono drh MSi (KPS S1 Kedokteran Hewan FIKKIA), Ragil Angga Prastiya drh MSi (Satuan Penjaminan Mutu FIKKIA), dan Tri Ena Wulandari (Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Angkatan 2021) turut serta disambut hangat oleh akademisi veteriner di kampus tersebut.

Penulis: Azhar Burhanudin

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *