FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Momentum Akhir 2023: Re-generasi Pemimpin BEM KM FIKKIA

KABAR FIKKIA – Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi telah terlaksana pada Jumat (29/12/23). Pemilihan Umum Raya ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa FIKKIA) dengan metode pemilihan yaitu sistem E-Voting. Sistem tersebut menggunakan website E-Voting PEMIRA FIKKIA yang dibuat khusus dalam pemilihan secara daring. Hasil yang ditransparansikan adalah mutlak dan bersih tanpa campur tangan kolusi.

Persaingan Pasangan Calon

Simpang siur politik sangat terasa sebelum hari pemungutan suara. Nomer urut 1 digaet oleh Rofiq-Rizal (RoZal). Pasangan tersebut mengusung Kabinet Ganesha yang tampak bersinergi, kuat dan kokoh dengan banyak dinamika selama ber-ORMAWA. Sedangkan nomer urut 2 dimiliki oleh pasangan Asrof-Anwar (Asar). Kabinet Revolusi oleh pasangan Asar siap menjadi kabinet “bertaring” dalam periode masa kepemimpinan mereka yang berbudaya dan berasas kekeluargaan.

Kedua kubu saling bersaing sehat dan rapi. Dalam uji publik, kedua pasangan calon saling memberikan gagasan potensial menurut visi dan misi tiap calon. Kedua pasangan calon juga menyalurkan dukungan dari balik panggung persaingan secara tersirat. Hal tersebut selaras dengan pernyataan Anwar sebagai calon Wakil Presiden BEM nomor urut 2.

Anwar mengutarakan bahwa politik PEMIRA kali ini sangat hidup dan sehat.

“Menurut saya suasana politik pada PEMIRA tahun ini cukup asik, dimana demokrasi dan kebebasan berpendapat dirasa hidup pada PEMIRA kali ini, dan menurut saya suasana politik seperti inilah yang dinamakan politik sehat,” ungkapnya.

Rizal mengatakan bahwa aroma kompetitif sangat tercium ketika beradu gagasan.

“Suasana politikal pada permira kali ini berlangsung secara kompetitif diantara kedua paslon dengan gagasan yang diangkat,” kata Rizal

Pemungutan suara dalam PEMIRA BEM KM Periode 2024 penuh dengan semangat politik dan haru-biru melingkupi panitia maupun pasangan calon. Kemenangan kepemimpinan dipeluk oleh pasangan calon Asrof-Anwar dengan 203 suara sah, sementara pasangan calon Rofiq-Rizal meraih 194 suara. Hasil ini diumumkan pada malam di hari yang sama dengan dibukanya voting suara pada Jumat (29/12/23).

Presiden BEM KM terpilih Asrof-Anwar bersama pembina kemahasiswaan Arif Habib Fasya, S.Pi., M.Pi

Kabinet Dabeat Revolusi menyuarakan awal kejayaannya dengan citra yang baik dari harum elektabilitas pemimpinnya. Dalam pidato singkatnya, Asrof selaku Presiden Mahasiswa terpilih menghadiahkan terima kasih secara mendalam.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung terjadinya dan terlaksananya PEMIRA ini dengan lebih baik, semoga dengan terpilihnya saya, saya bisa mengemban amanah dengan baik,” katanya.

Serta, satu pesan penutup dari Wakilnya, Anwar. Beliau menekankan perihal peran besar mahasiswa di FIKKIA. “Jangan pernah menganggap diri kita sebagai sebagian kecil dari FIKKIA, tapi anggalah diri kita sebagai keseluruhan dari FIKKIA yang dalam artian, maju mundurnya FIKKIA, baik buruknya FIKKIA, dan bersih kotornya FIKKIA itu tergantung dari setiap individu dari diri kita sendiri,” tutupnya.

Penulis: Dhea Puspita Hakim

Editor: Azhar Burhanuddin

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *