FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Universitas Airlangga Sosialisasikan Stunting dan Gizi di SMPN 2 Licin

KABAR FIKKIA –  Jumat (12/01/2024) Mahasiswa semester 5 Program Kuliah Lapangan (PKL) Prodi Kesehatan Masyarakat FIKKIA dan KKN-BBK 3 Universitas Airlangga menggelar kegiatan edukasi bersama Dinas Sosial untuk remaja Blambangan. Kegiatan yang diberi nama “SEBLANG” ini bertujuan memberikan sosialisasi mengenai stunting dan gizi kepada siswa kelas 7, 8, 9 SMP Negeri 2 Licin.

SEBLANG tidak hanya menjadi acara edukasi, tetapi juga menjadi momen inspiratif yang merangkul partisipasi aktif generasi muda dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang masih menjadi tantangan di Banyuwangi.

Remaja memiliki peran dalam mengupayakan kesejahteraan kesehatan, pengetahuan gizi dan masalah stunting. Dua mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA, Oktario Dinansa Khoir dan Lailatul Rohmah berkesempatan menjadi narasumber. Kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan program SDGs poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahteraan

Peran remaja dalam pengentasan stunting

Dihadapan 86 siswa, Oktario menyampaikan sebagai generasi penerus bangsa yang hebat. Oleh karena itu, perlu disiapkan fisik kuat untuk mendukung proses belajar yang matang.

“Kita harus mampu mengatasi permasalahan stunting ini dengan pengetahuan yang diberikan. Mari bersama-sama menjadi agen perubahan untuk kesejahteraan bangsa,” ungkap Oktario.

Sementara itu, Laila memberikan pesan khusus untuk remaja putri mengenai pencegahan anemia. Tablet tambah darah mengandung zat besi yang membantu remaja mencegah anemia. Anemia dapat berdampak pada energi, konsentrasi, dan daya tahan tubuh, sehingga mempengaruhi keberdayaan mereka. Dengan menjaga kesehatan perempuan melalui tablet tambah darah, diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan kesejahteraan, yang pada gilirannya dapat mendukung terbentuknya generasi yang lebih kuat dan berdaya di masa depan.

“Jangan lupa untuk minum tablet tambah darah, karena kesehatan perempuan merupakan kunci bagi generasi yang kuat dan berdaya.” tandasnya

Puncak kegiatan diwarnai dengan berbagai testimoni yang menggembirakan. Salah seorang siswa menyatakan kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberikan banyak informasi bermanfaat tentang gizi dan stunting.

“Pesan dari kak Oktario dan Laila sungguh memotivasi kami untuk peduli lebih dalam terhadap kesehatan dan gizi.” Kata Risma, siswa kelas 8

PKL Prodi Kesmas Desa Kluncing dan KKN BBK 3 UNAIR bersama adik-adik siswa SMPN 1 Licin. Sumber: Penulis

Materi yang disampaikan kedua narasumber mengajak remaja untuk memahami betapa pentingnya peran mereka dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia. Pesan ini menciptakan kesadaran akan tanggung jawab generasi muda terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Peran remaja dalam mengatasi stunting melibatkan kesadaran terhadap pentingnya gizi, pola makan seimbang, serta edukasi mengenai kesehatan dan perawatan anak. Dengan pemahaman ini, mereka dapat menjadi agen perubahan untuk mengurangi angka stunting di Indonesia melalui tindakan nyata dan penyebaran informasi.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well Being

Penulis: Oktario Dinansa Khoir

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *