FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Progress Pesat FIKKIA Laksanakan Yudisium Pertama di 2024

BERITA FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) telah rutin meluluskan mahasiswanya di yudisium wisuda periode I, II, dan III. Yudisium wisuda periode pertama tahun akademik 2023-2024 telah dilakukan Senin (29/1/2024) di M201 Kampus Mojo. Pada kesempatan ini FIKKIA meluluskan 22 mahasiswa untuk selanjutnya melakukan prosesi wisuda Maret mendatang. Mahasiswa yang terdiri atas 7 mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, 14 mahasiswa Prodi Kedokteran Hewan, dan 1 mahasiswa Prodi Akuakultur.

Yudisium dipimpin oleh Dekan FIKKIA Prof. Dr. dr Soetojo, Sp. U(K). Turut mendampingi pula Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr. Sp. BS. (K) dan Wakil Dekan Non Akademik Dr. Mufasirin, drh., M. Si. beserta Kepala Departemen Prayogo, S.Pi., M. P. dan para Kaprodi dari Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan, dan Akuakultur.

Dalam sambutannya, Prof Soetojo menyampaikan selamat kepada para calon wisudawan yang telah menyandang gelar sarjana. Beliau berpesan untuk memanfaatkan waktu dan usia muda dengan terus tingkatkan semangat belajar untuk meraih kesuksesan lebih dekat lagi.

Belajar tidak selesai hanya di kampus

Meski telah menyelesaikan masa belajar pendidikan kedokteran hewan, calon dokter hewan harus melanjutkan belajar program profesi. Sehingga waktu belajar dokter hewan membutuhkan waktu lebih lama. Oleh karena itu, setelah wisuda sarjana kedokteran hewan menjalani sekolah profesi di FKH UNAIR Surabaya.

Bagi mahasiswa Kesehatan Masyarakat dan Akuakultur, kesempatan melanjutkan studi lanjut ke jenjang magister maupun bekerja lebih terbuka. Sebagai individu dan manusia yang berkembang, momen kelulusan bukan berarti berhenti belajar. Belajar bermasyarakat dan mengenali lingkungan sekitar adalah tantangan yang harus dipecahkan setelah menjadi alumni.

Prof. Soetojo juga menekankan untuk tidak minder atas IPK yang telah diraih.

“IPK tidak mempengaruhi karir seseorang. Jika kalian merasa kecil hati atas IPK maka balas dendam dengan prestasi non akademik. Kejar softskill dan tingkatkan kemampuan berkomunikasi kalian. Jangan lupa diimbangi dengan relasi. Orang yang memiliki IPK tinggi belum tentu pintar komunikasi. Alangkah baiknya jika kalian menyeimbangkan kedua nilai penting tersebut.” Katanya

Beliau juga menyebutkan progress baik yang diraih FIKKIA yang sekarang berada ditengah-tengah fakultas lain UNAIR.

Perkembangan baik penyelenggaraan pendidikan di FIKKIA telah dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat. Almer Lutfi Muhammad (Kedokteran Hewan 2020) perwakilan mahasiswa menceritakan keraguannya diawal menjadi mahasiswa baru. Namun kekhawatiran tersebut terkikis seiring berjalannya perkuliahan. Almer menggambarkan fasilitas belajar, dosen-dosen, dan kesempatan lain banyak ia dapatkan. Mawapres SIKIA 2022 tersebut banyak mendapat kesempatan berkegiatan langsung di masyarakat, maupun kesempatan akademis lainnya.

Penulis: Raket Wonggo Murgiya

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *